Rekam Jejak Kontroversi Karl Lagerfeld

CNN Indonesia | Rabu, 20/02/2019 16:10 WIB
Rekam Jejak Kontroversi Karl Lagerfeld Karl Lagerfeld (REUTERS/Manuel Silvestri)
Jakarta, CNN Indonesia -- Si 'bunglon mode' sudah berpulang. Karl Lagerfeld benar-benar rehat untuk selamanya dari dunia mode, Selasa (19/2) di sebuah rumah sakit di Paris, Prancis.

Semasa hidup, Lagerfeld kerap dikenal sebagai sosok yang begitu ikonik. Selain gayanya yang selalu tampil eksentrik, dia juga sosok yang tak henti-hentinya menciptakan kontroversi.

Kontroversi-kontroversi itu muncul berkat selorohnya yang tajam, baik pada pelaku mode, selebriti, hingga politisi sekalipun. Rumah mode Chanel seolah jadi 'senjata' Lagerfeld untuk melancarkan kontroversinya.


Revolusi Chanel
Chanel pernah mengalami masa stagnan selepas kepergian sang pendiri Coco Chanel. Namun, berkat Lagerfeld, Chanel yang sekarang 'bukan lagi' Chanel yang dulu. Lagerfeld membawa banyak perubahan drastis pada rumah mode ini.

Lagerfeld bergabung bersama Chanel pada sekitar 1980-an. Sarung tangan yang tidak menutupi jari (fingerless glove) membuatnya dilirik kritikus fesyen.

Chanel yang elegan disulapnya menjadi agak 'liar'. Eksperimen dengan bahan kulit dan rantai membuat desainer angkatannya, Yves Saint Laurent, mengeluarkan penolakan keras. Menurutnya, Chanel berubah menjadi label fesyen yang 'menakutkan dan sadomasokis'.

Mengolok model
Peragaan busana tak bisa lepas dari peran serta model. Dan, model tak bisa lepas dari olokan sang desainer.

"No one wants to see curvy women on the runway [tak ada seorang pun yang ingin melihat wanita gemuk di runway]," ujar Lagerfeld, mengutip Sky News.

Bahkan, dalam sebuah wawancara dengan majalah Prancis, Numero, Lagerfeld sempat menghina model dengan sebutan 'bodoh', 'racun', dan 'makhluk kotor'. Sontak pernyataannya itu membuat Sara Ziff, pendiri agensi model Model Alliance geram. Dia menyebut Lagerfeld melakukan pelecehan dan menyalahgunakan dunia fesyen.

Politisi dan selebriti tak lepas dari sasaran
Tak hanya model, Lagerfeld pun tak segan melemparkan komentar pedas pada politisi dan selebriti. Kanselir Jerman Angela Merkel pernah menjadi salah satu sasarannya.

Lagerfeld melontarkan seloroh untuk Merkel mulai dari kritik soal banyaknya pencari suaka di Jerman hingga pakaian Merkel yang buruk. "Merkel sebaiknya mencari penjahit yang lebih baik," kata dia.

Selain itu, Lagerfeld juga pernah bercuap-cuap tentang Pippa Middleton. Dia membandingkan Pippa dengan sang kakak, Kate Middleton, yang dinilainya sempurna.

"Kate Middleton memiliki siluet yang bagus. Saya menyukai wanita seperti itu, saya menyukai kecantikan romantis. Di sisi lain, adiknya berjuang. Saya tidak suka mukanya. Dia seharusnya hanya menampakkan punggung," kata Lagerfeld.

Celoteh soal busana
Bagi Lagerfeld, fesyen adalah sesuatu yang merefleksikan kehidupan dan waktu seseorang dengan rilis terpendek. Namun, bukan berarti dia tak pernah melempar kritik pedas pada fesyen itu sendiri.

Kritik pedas itu pernah dilontarkan Legerfeld untuk sebuah tren fesyen yang tengah naik daun. Sweatpants jadi salah satu barang fesyen yang cukup populer karena nyaman dikenakan. Namun, dia tak menyukai kehadirannya. "Jika Anda mengenakannya [sweatpants], artinya Anda kalah dalam hidup," kata dia.

Pertunjukan tak terlupakan
Presentasi fesyen Chanel selalu dinanti. Bukan hal yang aneh, sebab Lagerfeld selalu memberikan kejutan di setiap pertunjukan. Tak hanya dari segi koleksi, tapi juga tata panggung. Gila dan spektakuler.

Mundur ke koleksi fall/winter 2010, Chanel mengambil konsep 'iceberg'. Tak tanggung-tanggung, panggung pun disulap layaknya suasana dingin ala kutub. Model pun terpaksa kudu berlenggak lenggok di panggung yang sedikit becek.

Ada pula tema 'post-apocalypse now' pada 2013 yang membuat model benar-benar berjalan di antara reruntuhan gedung.

Presentasi koleksi Chanel pada Paris Fashion Week, Oktober 2018.Presentasi koleksi Chanel pada Paris Fashion Week, Oktober 2018. (REUTERS/Stephane Mahe)

Berbelanja penuh gaya? Lagerfeld jagonya. Presentasi koleksi fall/winter 2014 mengambil konsep supermarket. Dia menghadirkan supermarket berisikan barang-barang jualan Chanel, mulai dari alat rumah tangga hingga pasta.

Lagerfeld juga pernah mengambil konsep alam dengan menyulap Grand Palais menjadi hutan musim gugur, sesuai dengan koleksinya untuk fall/winter 2018. Dia membawa hangatnya matahari ke Paris Fashion week dengan 'mengangkut' pantai lengkap dengan air laut, pasir, dan sang penjaga pantai.

Pada presentasi Chanel terbaru, Lagerfeld urung hadir karena kelelahan. Namun, pertunjukan satu ini juga tak bisa dilewatkan sebab ia mengambil tema sebuah vila di pedesaan Italia. (els/asr)