Kini Tes HIV/AIDS Bisa Dicek Sendiri dengan Mudah di Rumah

Advertorial, CNN Indonesia | Senin, 25/02/2019 00:00 WIB
Kini Tes HIV/AIDS Bisa Dicek Sendiri dengan Mudah di Rumah (Foto: dok. Shutterstock)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menurut data United Nations Programme on HIV/AIDS (UNAids), sekitar 200 ribu orang di Namibia, Afrika, tercatat mengidap Human Immunodeficiency Virus (HIV) yang berkembang menjadi Acquired Immunodeficiency (AIDS) Virus hingga terjadi 3.500 kematian pada 2017.

Namibia pun sempat menjadi salah satu negara dengan prevalensi HIV-AIDS tertinggi di dunia. Namun dalam 15 tahun terakhir, jumlah orang yang terinfeksi telah menurun, namun angka infeksi baru pada wanita muda usia 15-24 tahun justru meningkat.

Guna menurunkan penyakit tersebut, Namibia memiliki program yang diluncurkan oleh LSM nasional. Program tersebut melibatkan tim Total Control of Epidemic (TCE) yang menangani hampir 182 ribu orang di Namibia. Mereka terjun ke rumah-rumah warga untuk mengambil sampel darah dan mengetes orang yang positif mengidap HIV.


Sama halnya dengan di Namibia, untuk langkah awalnya, Anda dapat melakukan Test HIV sedini mungkin. Bahkan kini caranya semakin mudah. Anda bisa menggunakan OneStep yang merupakan alat deteksi awal HIV dan bekerja secara kualitatif. Namun perlu diingat hasil dari pemeriksaan yang dilakukan sendiri ini harus ditindaklanjuti dengan hasil laboratorium.

Untuk melakukan tes HIV sendiri di rumah menggunakan OneStep device pun sederhana. Pertama, buka kemasan yang di dalamnya terdapat Cassette dan cairan Buffer. Kedua, buka kemasan Alcohol Prep Pad dan usapkan pada jari yang hendak diambil sampel darahnya. Pengambilan sampel darah dapat menggunakan jari telunjuk/jari tengah/jari manis untuk hasil yang maksimal.

Ketiga, buka tutup Lancet dan arahkan pada jari yang sudah di usap Alcohol Prep Pad sebelumnya. Tekan Lancet yang sudah diarahkan pada jari sampai jari mengeluarkan titik darah. Keempat, arahkan Pippete Plastic ke jari yang sudah mengeluarkan titik darah. Pencet pangkal Pippete dan sedot darah yang keluar menggunakan Pippete Plastic. Setelah sampel darah berhasil diambil, tutup luka menggunakan plester.

Kelima, siapkan Cassete, teteskan satu tetes darah yang telah ditampung ke dalam Cassette di area cawan yang bertuliskan huruf S. Keenam, siapkan cairan Buffer, gunting ujung Cairan Buffer, lalu teteskan kembali kedalam Cassette di cawan yang bertuliskan huruf S, sebanyak 1 tetes. Kemudian tunggu hasil dalam 10-15 menit, dan tidak disarankan membaca hasil setelah 20 menit. Kemudian, lihat Test HIV dengan melihat garis yang muncul di area C T.

POSITIF : Bila timbul dua garis berwarna pink pada area C dan T hasil pengujian. Ini mengindikasikan bahwa sampel darah terdeteksi mengandung sejumlah anti-HIV.

NEGATIF : Bila hanya satu garis pink yang timbul yaitu pada area C hasil pengujian. Ini mengindikasikan bahwa anti-HIV tidak terdeteksi dalam sampel darah yang diuji.

INVALID : Bila tidak ada warna apapun yang timbul pada area hasil pengujian atau timbul satu garis berwarna pada area T saja. Ini mengindikasikan bahwa kemungkinan terjadi kesalahan/error dalam pelaksanaan tes. Pengujian harus diulang dengan menggunakan alat pengujian yang baru.

HIV test ini hanya sebagai screening awal, Anda perlu bijak dalam menanggapi hasil yang muncul. Jika Hasilnya positif, bukan berarti Anda pasti terinfeksi HIV, melainkan menyatakan bahwa pengujian tambahan di laboratorium harus dilakukan untuk memastikan hasil. Begitu pula dengan hasil negatif dengan tes ini tidak berarti bahwa Anda pasti tidak terinfeksi HIV, terutama ketika Anda merasa pernah melakukan perilaku berisiko dalam waktu 3 bulan sebelumnya.

Lakukan pengulangan tes 3 bulan setelah perilaku berisiko tersebut. Harus dilakukan oleh tenaga ahli atau dokter. Jika tes Anda negatif dan Anda terlibat dalam kegiatan yang menempatkan Anda berisiko terkena HIV secara teratur, maka Anda harus menguji tes HIV secara teratur.

Gunakan darah segar sebagai sampel uji dan hindari proses pembekuan sampel darah karena hasil uji akan invalid. Gunakan sesuai petunjuk pemakaian dan pastikan alat tes digunakan sebelum tanggal kadaluarsa.

Untuk informasi produk lebih lanjut dapat melalui website di sini. (adv/adv)