Gaya para seleb di karpet merah ini selalu jadi yang ditunggu-tunggu jelang ajang besar sekelas Piala Oscar. Namun, tahukah Anda, gelaran karpet merah sebenarnya sudah ada jauh sebelum Academy Awards dihelat.
Setidaknya, sejarah mencatat, karpet merah telah ada lebih dari 2.400 tahun sebelum Piala Oscar. Karpet merah yang kini tampak mewah dan elegan serta bertabur senyum para bintang, ternyata berawal dari kisah kelam yang mematikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Daftar Lengkap Pemenang Piala Oscar 2019 |
Walaupun Clytemnestra sebenarnya juga selingkuh, dia tak senang dengan pengkhianatan suaminya itu. Clytemnestra lantas merencanakan sebuah pembalasan.
"Jadikan semua tanah menjadi merah / Di mana kaki-kaki itu lewat; dan keadilan, gelap dahulu kala, / Rumah menerangi dia ke perapian yang tidak dia cari," kata Clytemnestra.
Clytemnestra menggelar karpet merah untuk menunjukkan sang suami tengah berjalan menuju kematian. Agamemnon dan Cassandra pun terbunuh.
"Ini bukan cerita yang indah," kata ahli sejarah di National Portrait Gallery, Washington, AS, Amy Henderson, dikutip dari CNN.
Sejak saat itu, meski memiliki sejarah mematikan, karpet merah tetap saja digunakan dalam banyak acara penting.
Pada 1902, karpet merah juga digunakan untuk mengarahkan orang naik kereta di New York. Karpet merah menjadi penanda status sosial pemegang tiket kelas satu.
"Penggunaan karpet merah berkembang menjadi cara membuat orang istimewa," ucap Henderson.
Di Hollywood, karpet merah pertama kali digunakan oleh tokoh teater Sid Grauman pada 18 Oktober 1922 saat penayangan perdana film Hollywood, Robin Hood. Grauman ingin memberikan kesan yang istimewa pada premiere film itu. Para bintang seperti Douglas Fairbanks dan Wallace Beery terlihat glamor saat melenggang di karpet merah.
Karpet merah lalu jadi menjadi sebuah rutinitas untuk pemutaran film perdana. Karpet merah seolah jadi penyatu antara bintang besar yang jarang terlihat dengan para penggemar dan publik.
Sejak saat itu, karpet merah selalu digunakan dalam banyak acara perfilman dan ajang penting.
Kini, karpet merah juga menuai kontroversi lantaran dianggap tak ramah lingkungan. Perusahaan lingkungan Veolia memiliki kontrak untuk mendaur ulang 80 ton karpet merah dari Cannes setiap tahunnya. Kain itu diubah menjadi barang yang digunakan sebagai kemasan dan rambu-rambu jalan.
Laporan dari Signature Systems menyebut karpet merah dihancurkan dengan cara yang tak diungkapkan setiap malam setelah gelaran acara. (ptj/asr)