Menghapus Salah Kaprah soal Kesehatan Kulit

CNN Indonesia | Jumat, 01/03/2019 12:42 WIB
Menghapus Salah Kaprah soal Kesehatan Kulit Ilustrasi (Istockphoto/EdwardDerule)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kulit merupakan organ terbesar yang dimiliki tubuh manusia. Tak heran jika ada beragam produk kulit dengan peruntukan berbeda, mulai dari kulit wajah, tubuh, hingga kulit sensitif pada bagian tubuh tertentu.

Keberagaman jenis kulit ini juga diimbangi oleh aneka informasi tentang kesehatan kulit serta makanan yang perlu dikonsumsi. Namun, tak semua hal benar adanya.

Berikut beberapa informasi salah kaprah tentang kesehatan kulit beserta faktanya, dirangkum dari berbagai sumber.


1. Minum dua liter air bisa sehatkan kulit
Seberapa banyak pun air yang diminum tidak berpengaruh secara langsung pada kulit. Kulit menerima suplai air lewat aliran darah melalui dermis atau lapisan dalam kulit.

Mengutip Daily Mail, organ internal seperti ginjal, jantung, dan pembuluh darah bertugas mengontrol banyaknya air yang mengalir hingga ke kulit. Hingga kini, tak ada jumlah pasti air yang harus diminum. Semua tergantung dari banyaknya air yang terpakai dan hilang.

Bagi kulit, air diperlukan untuk menjaga kelembapan. Saat tubuh dehidrasi, kulit menjadi kusam dan kurang elastis.

2. Makan cokelat sebabkan jerawat
Makanan dengan kandungan lemak yang tinggi memang tak begitu baik untuk kesehatan. Namun, hal itu tak berhubungan dengan munculnya jerawat.

Jerawat muncul akibat perubahan hormon serta respons imun terhadap penutupan pori dan mikroba yang tinggal di kulit.

Faktanya, beberapa obat yang diresepkan dokter diserap tubuh lebih baik jika dikonsumsi berbarengan dengan makanan berlemak, termasuk cokelat.

3. Detergen bisa timbulkan eksim
Sebagian orang memiliki kulit sensitif, apalagi saat bersentuhan dengan detergen. Namun, detergen, sabun cuci, atau jenis sabun lain tak akan menimbulkan eksim.

Sabun-sabun ini menimbulkan iritasi dan berkontribusi pada kulit kering karena menghilangkan minyak pada kulit.

Sementara eksim adalah kondisi kulit kering, gatal, dan kemerahan. Penyebabnya bisa bersifat genetik, faktor lingkungan, sehingga timbul inflamasi. Kontak dengan detergen bisa memperburuk kulit yang terkena eksim.

4. Bercak putih pada kuku tanda kekurangan kalsium
Kuku diproduksi dalam matriks kuku atau area di bawah kulit. Jika matriks kuku mengalami trauma, kuku yang sedang berkembang akan berubah. Selain itu, udara dapat terperangkap di dalamnya. Secara kasat mata, kondisi itu menimbulkan bercak putih dalam kuku.

5. Sinar matahari baik untuk kulit
Sinar matahari memiliki efek positif dan negatif untuk kulit. Sinar matahari terdiri dari campuran cahaya dengan panjang gelombang berbeda. Beda panjang gelombang, beda pula efeknya.

Sinar UVB penting untuk produksi vitamin D. Tanpa sinar ini, pembentukan tulang perlu suplai vitamin D dari makanan.

Namun, paparan sinar matahari yang terlalu banyak bisa merusak DNA sel kulit. Hal itu membuat pertumbuhan sel kulit tak terkontrol. Kondisi inilah yang menimbulkan kanker. (els/asr)


BACA JUGA