Mendengarkan Musik Favorit Bikin Anda Tak Fokus Kerja

CNN Indonesia | Selasa, 05/03/2019 17:30 WIB
Mendengarkan Musik Favorit Bikin Anda Tak Fokus Kerja ilustrasi (dangquocbuu/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bagi sebagian orang, musik jadi kawan dalam kegiatan apapun tak terkecuali saat bekerja. Komputer dinyalakan dan headphone terpasang. Mengisolasi diri dari keramaian dan tenggelam dalam pekerjaan. 

Ada perasaan senang yang terasa, namun apa Anda benar-benar bisa fokus bekerja? 

Kenyataanya, sebuah studi mengungkap bahwa musik tak membantu orang berkonsentrasi. Apalagi jika yang diputar adalah musik favorit.
 
Para peneliti sekaligus psikolog di University of Central Lancashire, University of Gavle in Sweden, dan Lancaster University melakukan riset tentang musik latar dan bagaimana ia mempengaruhi performa kerja yang berhubungan dengan kreativitas.



Sebanyak 36 partisipan berusia 19-56 tahun diberi tugas untuk menyelesaikan kalimat lewat petunjuk kata. 

Sembari mengerjakan tugas, mereka diminta mendengarkan tiga jenis musik latar berbeda yakni musik dengan lirik yang tidak familiar, musik instrumental dan musik dengan lirik familiar. 

Setelah eksperimen mini ini, peneliti menemukan bahwa musik latar jadi distraksi terbesar saat mereka mengerjakan tugas. Neil McLatchie, salah satu penulis dalam studi menyebut musik dengan lirik yang familiar menganggu fokus dan kreatifitas partisipan secara signifikan. 

"(Namun ini) terlepas dari apakah musik juga meningkatkan suasana hati, mendorong suasana hati yang positif, disukai oleh para peserta, atau apakah para peserta biasanya belajar dengan kehadiran musik," kata McLatchie dalam sebuah pernyataan dikutip dari Elite Daily

Musik memiliki efek begitu kuat pada kemampuan untuk fokus dan menyelesaikan sesuatu. Para peneliti berpikir ini karena kondisi kebisingan perpustakaan yang lebih tetap berbeda dengan kebisingan musik latar yang mengganggu. Mudahnya, telinga dihajar nada-nada tinggi Ariana Grande sementara Anda mencoba berkonsentrasi pada tugas. Riset ini pun diterbitkan di jurnal Applied Cognitive Psychology. 

"Kesimpulannya, temuan di sini menantang pandangan populer bahwa musik meningkatkan kreativitas, dan sebaliknya menunjukkan musik itu, terlepas dari keberadaan konten semantik (tidak ada lirik, lirik akrab atau lirik asing), secara konsisten mengganggu kinerja kreatif dalam pemecahan masalah wawasan," jelasnya.  (els/chs)