Menilik Sisa Peradaban 'Proto-Hipster' di Baghdad

AFP, CNN Indonesia | Rabu, 06/03/2019 10:49 WIB
Menilik Sisa Peradaban 'Proto-Hipster' di Baghdad Ilustrasi. (Foto: AFP PHOTO / MOADH AL-DULAIMI)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebagai kota yang berada di negara konflik, Baghdad ternyata memiliki sejarah cemerlang terkait peradaban kontemporer. Ibu kota Irak ini pernah memiliki kisah tentang bagaimana kultur timur dan barat berpadu dan bercumbu.

Sekitar tahun 1970, tepatnya di jalan Rasheed terdapat banyak bioskop tua, toko-toko pengrajin dan kafe-kafe yang memainkan balada klasik. Singkatnya jalan ini adalah cerminan hipster Baghdad era generasi bunga.

Sayangnya kisah itu tidak bertahan lama, Irak terlibat dalam pertempuran panjang yang melelahkan. Selama bertahun-tahun negara ini masuk dalam fase kelam sekaligus menghancurkan.


Meski saat ini perang sudah agak mereda, namun jalan Rasheed telah kehilangan sihirnya yang ampuh. Pemerintah Irak pun tidak tinggal diam, mereka mencoba menghidupkan kembali jalan tersebut, namun hasilnya tidak maksimal.

Terlalu banyak bagian yang hilang, dan untuk menyusunnya lagi perlu usaha yang sangat keras.

Namun hal ini tidak membuat perdana menteri Adel Abdel Mahdi untuk mengapresiasi langkah beberapa pihak yang menggagas gerakan 'Jalan Rasheed adalah memori Baghdad'.

Seorang pensiunan prajurit, Abu Khaidar, mengenang bagaimana menyenangkannya jalan Rasheed saat itu.

"Datang ke sini adalah tradisi sehari-hari bagi kami. Kami dulu memiliki waktu yang menyenangkan," ujarnya seperti yang dikutip dari AF, Rabu (6/3).

Menurutnya kawasan itu dulu sangat sibuk, sehingga pelanggan tak jarang 'berjuang' untuk memanggil pelayan yang terburu-buru mengantar secangkir kopi atau dan teh Irak.

Namun sekarang tempat tersebut hanya terisi pada hari Sabtu, yang merupakan hari tradisional untuk bertemu dengan teman-teman di kafe-kafe.
[Gambas:Video CNN] (agr)