FOTO: Menjaga Warisan Jajanan Kaki Lima Singapura

REUTERS/Edgar Su, CNN Indonesia | Sabtu, 09/03/2019 17:30 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Singapura berusaha menjaga pusat jajanan kaki lima yang jumlahnya mencapai ratusan, dari kepunahan dengan mendaftarkannya ke UNESCO.

Salah satu yang terkenal dari Singapura adalah pusat jajanan kaki lima yang hampir selalu penuh sesak. Ada lebih dari 6.000 penjaja makanan kaki lima di sana. (REUTERS/Edgar Su)
Jajanan itu terkenal sampai dikunjungi Anthony Bourdain dan Gordon Ramsay, bahkan muncul di 'Crazy Rich Asians.' Salah satu makanan yang lazim dijajakan adalah mi. (REUTERS/Edgar Su)
Leong Yuet Meng adalah salah satu penjaja mi kaki lima Singapura. Menariknya, usianya tak lagi muda. Ia sudah berusia 90 tahun. Berjalan saja butuh dibantu. (REUTERS/Edgar Su)
Meski begitu, Leong tetap mengurusi kiosnya sendiri. Setiap hari ia bangun pukul empat pagi untuk berdoa dan berbelanja ke pasar, diantar anak laki-lakinya. (REUTERS/Edgar Su)
Pukul delapan pagi sampai lima sore, ia bekerja tak henti menyiapkan lebih dari 200 mangkuk mi untuk pelanggan. Leong sadar dirinya sudah tua, tapi ia tak ingin berhenti. (REUTERS/Edgar Su)
Leong khawatir takkan ada yang mewarisi bisnis yang sudah dibangunnya selama bertahun-tahun. Katanya, tidak seorang pun dari anaknya yang mau melanjutkan usaha itu. (REUTERS/Edgar Su)
Itu tak hanya menjadi masalah bagi Leong dan mi-nya. Budaya jajanan kaki lima yang hendak didaftarkan Singapura ke UNESCO juga mulai meredup karena minus regenerasi. (REUTERS/Edgar Su)
Seperti Leong, anak-anak pebisnis kaki lima yang lama dan tua itu sudah lebih berpendidikan dan sukses. Mereka tak lagi mau berkeringat di dapur menyiapkan mi. (REUTERS/Edgar Su)
Singapura berusaha mempertahankan budaya kaki lima dengan mendaftarkannya ke UNESCO dan menyubsidi biaya sewa kios untuk kebanyakan pekerja yang usianya di atas 43 tahun. (REUTERS/Edgar Su)
Pemerintah setempat juga mencari cara bagaimana pebisnis senior bisa melimpahkan pengalaman, termasuk trik berbisnis mereka, pada anak-anak muda. (REUTERS/Edgar Su)