Menyusuri Alam Tambrauw Papua Barat

CNN Indonesia | Senin, 11/03/2019 09:29 WIB
Menyusuri Alam Tambrauw Papua Barat Alam di Kabupaten Tambrauw, Papua Barat. (Foto: CNN Indonesia/Dhio Faiz)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebagai sebuah provinsi Papua Barat terbilang muda, namun bentang dan guratan alam di sini sudah sama tuanya dengan daerah-daerah eksotis lain di Indonesia. Hal ini bisa dilihat di salah satu kawasan Papua Barat, tepatnya di Kabupaten Tambrauw, Papua Barat.

Ada tiga objek wisata unggulan di tempat ini yakni Air Terjun Anenderat, Air Panas War Aremi, dan Bukit Sontiri. Ketiganya terletak di distrik berbeda. Air Terjun Anenderat terletak di Distrik Miyah, sedangkan Air Panas War Aremi dan Bukit Sontiri terletak di Distrik Kebar.

Mengutip rilis yang diterima CNNIndonesia.com, untuk mencapai lokasi Bukit Sontiri dan Air Panas War Aremi, diperlukan perjalanan kurang dari 30 menit dari Mess Kebar, tempat penginapan milik Pemda setempat. Sedangkan untuk menuju ke Distrik Kebar, wisatawan harus menempuh 4-5 jam perjalanan dari Sorong.


Waktu terbaik mengunjungi Bukit Sontiri adalah pagi hari. Di sinilah pengunjung bisa merasakan keindahan alam ciptaan Tuhan yang begitu indah.

Hamparan rumputnya yang hijau selalu dihiasi jaring laba-laba setiap paginya, sehingga ada kelir putih nan cantik di atasnya. Setelah itu, pemandangan pagi pun terlihat dari teriknya matahari yang perlahan muncul dari balik bukit.

Tepat berhadapan dengan Bukit Sontiri, terdapat Pegunungan Tamrau yang merupakan landmark Tambrauw.

Barisan bukit berhektar-hektar tersebut membentang bagai permadani hijau, belum lagi kilau cahaya yang menyerupai emas, seakan menambah keindahan bukit.

Istimewanya, Bukit Sontiri cantik pada saat waktu emas atau "golden time", yakni pagi dan sore hari. Pada saat mentari hendak tenggelam itu, Bukit Sontiri banyak dikunjungi warga sekitar untuk menghabiskan waktu menunggu matahari tenggelam.

Perjalanan selanjutnya adalah mencari oasis alam berupa Air Panas War Aremi. Namanya memang masih terdengar asing di telinga.

Meski demikian, lokasi ini tetap menantang untuk dijelajahi. Sama seperti lokasi lain, perjalanan ke lokasi air panas tersebut tidaklah mudah.

Air Panas War Aremi adalah sebuah kolam yang ditopang oleh batu alami yang tampak seperti sungai biasa. Dari dekat, bisa dilihat embun yang dihasilkan dari air hangatnya.

Kolam alami tersebut tidak terlalu dalam, hanya sebatas lutut orang dewasa. Wisatawan bisa menikmati air panas dengan merendam sebagian atau seluruh tubuhnya di sana.

Di bagian tengah kolam, terdapat beberapa kumpulan batu yag memunculkan buih-buih di tengahnya, dugaan warga sekitar, buih inilah yang menjadi pusat air panas. Energi panas yang dihasilkan ini bersumber dari geotermal di sekitarnya.

[Gambas:Video CNN]

Semua warga di sana yakin kolam air panas ini adalah berkat. Sebab, kolam berada jauh dari lokasi keramaian dan bisa berfungsi sebagai lokasi pelepas penat. Dari sana, ketenangan pun tercipta dengan sempurna, bisa dinikmati bersama suara hembusan angin yang sejuk.

Untuk dapat mencapai Bukit Sontiri dan Air Panas War Aremi, wisatawan perlu melewati jalanan berbatu dengan kelokan tajam yang tidak mudah ditempuh. Diperlukan keahlian dan kelihaian dalam mengemudikan kendaraan "double cabin" di sana.

Jarak tempuh dari Manokwari ke Distrik Kebar yakni sekitar 5 jam sedangkan jaraknya dengan Distrik Sausapor sekitar 4 jam.

Setelah puas 'memuja' kemolekan Distrik Miyah, perjalanan dilanjutkan menuju Distrik Kebar untuk melihat Air Terjun Anenderat. Butuh waktu sekitar satu jam perjalanan.

Untuk menuju air terjun setinggi 200 meter ini, penunjung harus menyusuri jalan bebatuan serta menyeberangi sungai berarus deras.

(agr)