LIPUTAN KHUSUS

FOTO: Ciu, Tetes Kenikmatan Tebu Fermentasi dari Solo

Hesti Rika Pratiwi, CNN Indonesia | Rabu, 13/03/2019 13:42 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Ciu bekonang menjadi salah satu 'kekayaan' desa Bekonang di Sukoharjo. Ciu sendiri berasal dari tetes tebu yang difermentasi.

Papan bertuliskan sentra penghasil alkohol menyambut saat memasuki Desa Bekonang yang terletak di kecamatan Mojolaban, Sukoharjo. Produksi alkohol di Desa Bekonang sendiri sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda. (CNN Indonesia/ Hesti Rika)
Desa Bekonang dikenal orang bukan karena produk alkoholnya melainkan minuman keras yang bernama
Ciu dihasilkan dari tetesan tebu yang dibuang dari pembuatan gula lalu di fermentasi selama 3 sampai 5 hari kemudian didestilasi. (CNN Indonesia/ Hesti Rika)
Pada zaman dahulu proses destilasi saat pembakaran, menggunakan tungku kuali dari tanah liat dengan kayu bakar, akan tetapi saat ini untuk mempercepat proses pembakaran menggunakan drum2 dari baja. (CNN Indonesia/ Hesti Rika)
Kadar alkohol yang dihasilkan dari proses destilasi bisa bervariasi, namun para perajin ciu Bekonang mempertahankan kadar alkohol tak lebih dari 30 persen. (CNN Indonesia/ Hesti Rika)
Setiap harinya para pengrajin dapat memproduksi 70 hingga 90 liter Ciu yang dijual dengan harga bervariasi mulai dari 8rb hingga 15rb. (CNN Indonesia/ Hesti Rika)
variasi harga Ciu tergantung dari jenis Ciunya, saat ini Ciu tak hanya dijual dengan rasa murni saja, ada sejumlah varian ciu yanh dicampur dengan berbagai macam buah. (CNN Indonesia / Hesti Rika)
Ciu rasa pisang menjadi salah satu varian campuran buah yang banyak diminati konsumen. Proses pembuatannya ciu yang sudah dicampur pisang didiamkan beberapa hari lalu disaring sehingga menciptakan rasa yang berbeda. (CNN Indonesia/ Hesti Rika)
Aroma yang khas dan berefek menghangatkan badan membuat banyak orang setia meminum Ciu. mereka menuturkan meminum Ciu berkadar 30 persen tidak membuat mabuk yang berefek sakit kepala esok harinya, tak seperti efek yang dihasilkan dari mengkonsumsi miras racikan pabrik. (CNN Indonesia/ Hesti Rika)