Diet Rendah Karbohidrat Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 22/03/2019 12:12 WIB
Diet Rendah Karbohidrat Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung Ilustrasi (Pexels/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Diet rendah karbohidrat seperti keto atau paleo kini tengah digandrungi karena dianggap ampuh menurunkan berat badan. Namun, diam-diam diet rendah karbohidrat memiliki ancaman berbahaya karena meningkatkan risiko penyakit jantung.

Penelitian anyar yang baru saja dipresentasikan di Annual Scientific Session, American College of Cardiology menyatakan bahwa diet rendah karbohidrat dapat meningkatkan risiko gangguan irama jantung. Dunia medis mengenal penyakit ini dengan fibrilasi atrial.

Fibrilasi atrial ditandai dengan detak jantung yang tidak teratur, menimbulkan pusing, dan kelelahan. Dalam jangka panjang, fibrilasi atrial dapat menimbulkan pembekuan darah, stroke, gagal jantung, dan komplikasi penyakit lainnya.



Menurut penelitian ini, diet jenis ini merupakan diet yang asupan karbohidratnya kurang dari 44,8 persen kalori harian. Sebagai informasi, diet keto membatasi karbohidrat kurang dari 10 persen kalori harian.

Studi ini menganalisis risiko diet rendah karbohidrat dengan melihat data 14 ribu orang hasil studi National Institutes of Health dari 1985 hingga 2016.

Hasilnya, peneliti menemukan orang yang mengikuti diet rendah karbohidrat paling mungkin menderita fibrilasi atrial. Orang yang diet rendah karbohidrat memiliki kemungkinan 18 persen lebih tinggi daripada mereka yang mengikuti diet karbohidrat moderat dan 16 persen lebih mungkin dibandingkan yang mengikuti diet tinggi karbohidrat.


Dikutip dari The Daily Meal, menurut peneliti, hal ini terjadi karena diet rendah karbohidrat banyak mengonsumsi protein dan lemak yang menyebabkan stres oksidatif dan merusak jantung.

Peneliti menyarankan agar orang lebih berhati-hati sebelum melakukan diet rendah karbohidrat. (ptj/asr)