Fenomena 'Monster Salju' di Jepang yang Memikat Wisatawan

CNN Indonesia | Rabu, 20/03/2019 09:43 WIB
Fenomena 'Monster Salju' di Jepang yang Memikat Wisatawan Penampakan monster salju (Juhyo) di Jepang. (KYOKO HASEGAWA / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pegunungan di Jepang adalah sebuah entitas yang kerap menjelma sebagai hal yang memukau dalam berbagai rupa. Jika sedang musim semi, kawasan pegunungan di prefektur Yamagata contohnya bisa menampakkan wujudnya yang teduh, namun saat musim salju kawasan yang sama itu dihuni oleh para 'monster'.

Kawanan monster itu bukan hal yang menyeramkan sebenarnya, karena itu adalah pohon-pohon besar yang tertutup salju. Pemandangan ini bisa disaksikan oleh para peseluncur ski yang menaiki kereta gantung.

Monster salju atau Juhyo (dalam bahasa Jepang) adalah sosok legendaris yang hidup dalam budaya Jepang, khususnya masyarakat di dataran tinggi. Namun hal ini bisa menjadi pemandangan yang menakjubkan bagi siapa saja yang melihatnya dari ketinggian.


Pohon-pohon yang tertutupi salju itu menjelma dalam beragam bentuk, mulai dari yang terlihat menyeramkan hingga yang lucu. Persis seperti monster yang kerap muncul dalam film garapan Tim Burton.

Fenomena Juhyo adalah hasil dari cuaca ekstrim yang melanda Jepang, salah satu kawasan yang sering dilanda hal ini adalah Gunung Zao.

Hal ini justru membuat keunikan tersendiri bag kawasan tersebut dan mengundang banyak wisatawan yang penasaran untuk melihat secara langsung sosok Juhyo.

"Zao adalah kawasan yang sangat populer bagi wisatawan asing beberapa tahun belakangan," ujar Lyndell Keating, CEO salah satu operator wisata salju di Jepang, seperti yang dikutip dari CNN Travel, Selasa (19/3).

"Tujuh tahun lalu, Zao tidak ramai dikunjungi oleh para turis. Namun saat ini kawasan ini bahkan sudah ramah dengan wisatawan dengan indikasi banyak warga yang mulai fasih berbahasa Inggris."

Untuk menambah kesan dramatis sekaligus romantis, ia melanjutkan, para Juhyo pun diberi ornamen berupa lampu sorot warna-warni. Hal ini memungkinkan wisatawan untuk menikmati Juhyo di malam hari.

[Gambas:Video CNN]

(agr/ard)