Penerbit Prancis Rilis Buku Panduan Wisata Korea Utara

AFP, CNN Indonesia | Rabu, 20/03/2019 20:12 WIB
Penerbit Prancis Rilis Buku Panduan Wisata Korea Utara Suasana stasiun kereta di Pyongyang, Korea Utara. (REUTERS/Danish Siddiqui)
Jakarta, CNN Indonesia -- Penerbit buku asal Prancis pada Selasa (19/3) menerbitkan buku perdana mengenai panduan berwisata ke Korea Utara.

Buku panduan wisata itu berisi 190 halaman yang sebagian besar berisi tips dan pengalaman berwisata di negara yang dipimpin oleh Kim Jong-un itu.

'Cara bertahan di negara komunis' menjadi tema besar dalam buku terbitan Petit Fute itu.


"Panduan ini bukan berupa cara mendobrak tradisi yang telah ada, namun menjadi penuntun turis untuk menikmati wisata di sana," kata salah satu pimpinan perusahaan penerbit, Jean-Paul Labourdette.

Ia mengatakan kalau buku panduan wisata ke Korea Utara itu telah dicetak sebanyak 4.000 kopi, lebih dari cukup untuk dijadikan penuntun sebanyak 400 turis Prancis yang datang sana setiap tahunnya.

Korea Utara merupakan salah satu negara yang tertutup dari dunia luar.

Sebenarnya negara tersebut membuka pintu wisatanya, namun turis yang datang wajib menaati peraturan terkait sopan santun dan kebebasan yang telah ditetapkan.

Kementerian luar negeri Prancis sangat tidak menyarankan warga negaranya untuk berkunjung ke Korea Utara.

Sementara itu walau mengizinkan, namun Departemen Luar Negeri AS jarang menerbitkan izin perjalanan bagi warga negaranya.

Labourdette menyatakan kalau tidak ada isu keamanan di Korea Utara, meski ia mengatakan kalau aturan di sana sangat ketat, seperti banyaknya pengintaian bagi turis dari luar negeri.

Buku panduan wisata itu juga menulis kalau aturan yang dilanggar bisa mendapat ganjaran yang sangat berat.

"Hukuman atas pelanggaran aturan bisa sangat berat, seperti kasus yang dialami oleh turis asal Amerika Serikat Otto Warmbier," tulis buku tersebut.

Warmbier, mahasiswa asal Ohio yang kuliah di Universitas Virginia, dihukum berat karena ketahuan mencuri poster propaganda yang terpajang di hotelnya.

Ia lalu dihukum kerja paksa selama 15 tahun.

Setelah negoisasi yang dilakukan oleh Washington dan Pyongyang, Warmbier dibebaskan pada tahun 2017 namun meninggal beberapa hari kemudian.

Suasana stasiun kereta di Pyongyang, Korea Utara. (REUTERS/Danish Siddiqui)

Jangan Berfoto Sembarangan

Tak banyak buku panduan wisata mengenai Korea Utara yang diterbitkan. Bahkan Lonely Planet hanya menulisnya selama beberapa halaman dalam buku panduan wisatanya mengenai Korea secara garis besar.

Salah satu hal yang sering diingatkan penulis dalam buku panduan wisata di Korea Utara terbitan Petit Fute ialah tak berfoto sembarangan.

"Jangan memotret bandara, jalanan, jembatan atau stasiun kereta," tulis buku tersebut.

Buku itu juga menulis kalau dilarang melipat atau membuang segala sesuatu yang memperlihatkan gambar pemimpin tertinggi Korea Utara.

"Lebih baik digulung," tulis buku itu lagi.

Buku panduan wisata ini terbit setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Jong-un melakukan pertemuan resmi, meski ide tentang buku ini telah muncul sejak empat tahun yang lalu.

Labourdette mengatakan kalau ia tak menunggu "suasana kondusif", namun ia menunda penerbitan hingga tulisannya terasa sempurna.

"Butuh waktu lama untuk mencari penulis yang bagus untuk buku ini," ujar Labourdette.

Petit Fute berencana menerbitkan lebih banyak buku panduan wisata ke banyak negara selain Korea Utara.

"Kami masih belum memiliki buku panduan wisata ke Irak, Arab Saudi, atau Liberia," kata Labourdette.

[Gambas:Video CNN]

(ard)