Studi: Dua Sendok Kacang Tingkatkan Fungsi Otak

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 26/03/2019 16:32 WIB
Studi: Dua Sendok Kacang Tingkatkan Fungsi Otak Ilustrasi kacang (Istockphoto/Fcafotodigital)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kacang dikenal menjadi salah satu sumber makanan kaya protein dan lemak nabati. Sebuah studi teranyar menemukan kontribusi kacang terhadap fungsi kognitif, khususnya bagi mereka yang berusia lanjut.

Peneliti dari University of South Australia menemukan bahwa kacang mampu mendongkrak performa otak.

Studi yang diterbitkan dalam The Journal of Nutrition, Health and Ageing melihat efek konsumsi kacang pada lebih dari 4 ribu orang Tionghoa berusia 55 tahun ke atas. Data ini berasal dari China Health Nutrition Survey selama lebih dari 22 tahun.


Analisis memperlihatkan, sebanyak 17 persen partisipan mengonsumsi kacang secara teratur. Kebanyakan partisipan mengonsumsi jenis kacang tanah.

Riset menemukan konsumsi lebih dari 10 gram kacang sehari atau setara dengan dua sendok makan berasosiasi dengan peningkatan proses berpikir, nalar, dan memori.

Di samping itu, dalam jumlah yang sama, kacang mampu meningkatkan fungsi kognitif sebesar 60 persen, jika dibandingkan dengan mereka yang tidak makan kacang.

Sejak lama, kacang dipercaya sebagai sumber antioksidan dan antiinflamasi yang ampuh. Pemimpin studi, Ming Li, meyakini kedua fungsi ini bisa membantu mengurangi penurunan fungsi kognitif.

"Kacang itu tinggi lemak, protein dan serat dengan komponen nutrisi yang bisa menurunkan kolesterol dan meningkatkan kesehatan kognitif," kata Li dikutip dari Independent.

Hingga saat ini, tak ada obat untuk mengatasi penurunan fungsi kognitif akibat usia atau penyakit yang berhubungan dengan saraf. Untuk itu, orang lanjut usia perlu membubuhkan kacang dalam konsumsi harian demi menjaga fungsi kognitif.

China, dengan populasi penduduk tertinggi di dunia, menghadapi masalah tingginya populasi lansia. Di sana, ujar Li, pertumbuhan penduduk usia lanjut terbilang cepat jika dibandingkan dengan negara-negara lain.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) meramalkan, populasi China akan menyentuh angka 1,44 miliar pada 2029. Pada 2050, 330 juta penduduk China akan berusia lebih dari 65 tahun dan 90,4 juta berusia lebih dari 80 tahun. Ini menjadi angka penduduk lansia terbesar di dunia.

Seiring bertambahnya usia, risiko demensia pun meningkat, apalagi jika tidak diimbangi pola makan dan gaya hidup sehat. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, sebanyak 47 juta orang hidup dengan demensia.

"Usia yang bertambah membuat mereka [lansia] secara alami mengalami perubahan konsep penalaran, memori, dan kecepatan memproses. Ini semua adalah proses yang normal," kata Li.

Setidaknya, penelitian terkait konsumsi kacang ini bisa menjadi salah satu alternatif bagi lansia untuk mempertahankan fungsi kognitifnya.

[Gambas:Video CNN] (els/asr)