Influencer itu mengatakan bahwa ada yang tidak beres dengan tubuhnya akibat diet yang dilakoninya. "Ada sesuatu yang tidak beres," kata dia dalam sebuah video.
Dia mulai kehilangan siklus menstruasi. Dokter yang menangani, kata dia, menganjurkannya untuk makan lebih banyak lemak dan makanan-makanan lain dalam kondisi matang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Sayur yang Tak Boleh Dimakan Mentah |
[Gambas:Instagram]
Apa yang terjadi pada Rawvana mengundang respons banyak ahli gizi. Rhiannon Lambert, misalnya, yang mengaku kedatangan banyak pasien dengan kondisi yang memburuk setelah mengikuti rangkaian program diet ala influencer.
"Ini sangat mengkhawatirkan, ketika selebriti menggantikan tenaga kesehatan profesional," kata Lambert, mengutip The Telegraph. Di klinik tempatnya berpraktik, ada peningkatan keluhan pasien akibat nutrisi buruk sebagai akibat dari saran-saran yang tersebar di dunia maya, utamanya dari para influencer.
Lihat juga:Mengenal Beda Vegan dan Vegetarian |
Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa pola makan vegan masih terus menjadi perdebatan. "Sulit mengatakan bahwa itu [vegan] adalah benar," kata Lambert.
Ahli gizi lain, Pixie Turner, mengatakan bahwa masyarakat atau dalam hal ini netizen tak seharusnya mengikuti saran-saran yang diberikan influencer. "Saya pikir influencer tanpa gelar gizi tak punya hak untuk memberikan saran tentang makanan bergizi," kata Turner.
Turner tak mempermasalahkan jika para influencer ingin berbagi pengalaman, tapi tidak dalam tingkatan memberikan saran. Influencer, kata dia, perlu menyadari tanggung jawab yang dimilikinya.
[Gambas:Video CNN] (asr/asr)