Jangan Sembarang Ikuti Diet Vegan ala Influencer

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 04/04/2019 06:54 WIB
Jangan Sembarang Ikuti Diet Vegan ala <i>Influencer</i> Ilustrasi (CNN Indonesia/Anggit Gita Parikesit)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang vlogger vegan Yovana Mendoza Ayres atau yang dikenal dengan nama Rawvana dikutuk oleh penggemarnya lantaran kedapatan mengonsumsi ikan. Tapi itu bukan sembarang konsumsi, ikan itu dilahapnya karena kondisi tubuhnya yang memburuk setelah sekian lama menjalani diet vegan.

Influencer itu mengatakan bahwa ada yang tidak beres dengan tubuhnya akibat diet yang dilakoninya. "Ada sesuatu yang tidak beres," kata dia dalam sebuah video.

Dia mulai kehilangan siklus menstruasi. Dokter yang menangani, kata dia, menganjurkannya untuk makan lebih banyak lemak dan makanan-makanan lain dalam kondisi matang.


"Saya pada dasarnya menderita anemia dan kadar tiroid saya rendah. Itu benar-benar buruk," kata dia menjelaskan.

Sebelumnya, Rawvana dikenal sebagai salah seorang influencer dengan 10 juta pengikut di Instagram dan YouTube yang getol mempromosikan diet ekstrem. Diet itu berupa pola konsumsi makanan mentah dan puasa selama 25 hari. Apa lacur, diet ekstrem yang dilakoninya itu berujung membuatnya menjadi pesakitan.

[Gambas:Instagram]

Apa yang terjadi pada Rawvana mengundang respons banyak ahli gizi. Rhiannon Lambert, misalnya, yang mengaku kedatangan banyak pasien dengan kondisi yang memburuk setelah mengikuti rangkaian program diet ala influencer.

"Ini sangat mengkhawatirkan, ketika selebriti menggantikan tenaga kesehatan profesional," kata Lambert, mengutip The Telegraph. Di klinik tempatnya berpraktik, ada peningkatan keluhan pasien akibat nutrisi buruk sebagai akibat dari saran-saran yang tersebar di dunia maya, utamanya dari para influencer.

"Diet rendah kalori bisa sangat berbahaya," kata Lambert. Menurutnya, risiko kekurangan gizi mikro akan meningkat saat seseorang mengurangi asupan energi. Apalagi pada diet yang dilakoni seperti Rawvana yang hanya mengonsumsi makanan mentah.

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa pola makan vegan masih terus menjadi perdebatan. "Sulit mengatakan bahwa itu [vegan] adalah benar," kata Lambert.

Ahli gizi lain, Pixie Turner, mengatakan bahwa masyarakat atau dalam hal ini netizen tak seharusnya mengikuti saran-saran yang diberikan influencer. "Saya pikir influencer tanpa gelar gizi tak punya hak untuk memberikan saran tentang makanan bergizi," kata Turner.

Turner tak mempermasalahkan jika para influencer ingin berbagi pengalaman, tapi tidak dalam tingkatan memberikan saran. Influencer, kata dia, perlu menyadari tanggung jawab yang dimilikinya.

[Gambas:Video CNN] (asr/asr)