'Mematikan' Geotag untuk Keasrian Alam

CNN Indonesia | Senin, 01/04/2019 13:11 WIB
'Mematikan' Geotag untuk Keasrian Alam Ilustrasi. (Foto: Yasuyoshi CHIBA / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Suka atau tidak suka, peran media sosial sudah memberikan banyak perubahan dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Pariwisata adalah salah satu lini yang sangat terimbas laju perkembangan sosial media.

Salah satu fitur yang kerap digunakan oleh para wisatawan di sosial media adalah geotag, yakni memberitahu lokasi foto tersebut diambil.

Fitur ini menggunakan teknologi GPS yang menyajikan data lengkap mulai dari latitude, longitude, hingga altitude.


Sayangnya hal ini justru memberi dampak buruk, khususnya di kawasan wisata alam yang mengedepankan unsur konservasi.

Mengutip Travel and Leisure, Senin (1/4), para pemburu kerap memantau sosial media untuk melakukan kegiatan ilegalnya yakni membunuh para satwa yang langka.

"Saat sedang bersafari, wisatawan biasa memotret para hewan dan menggunakan fitur geotag. Hal inilah yang membuat para pemburu untuk melacak hewan incarannya," ujar salah seorang pemilik biro perjalanan safari di Afrika, Sherwin Banda.

Untuk itu, ia melanjutkan, wisatawan diimbau agar tidak mengaktifkan GPS saat sedang berada di lokasi safari.

Bahkan jika ingin mengunggah foto, sebaiknya tidak disebutkan lokasi pengambilan fotonya, terlebih melakukan geotag.

Hal ini tidak hanya menyiksa para hewan saja, namun alam dan ekosistem yang dikunjungi pemburu juga terancam karena kehidupan salah satu unsurnya lenyap.

Instagram menjadi salah satu media sosial yang sering digunakan turis narsis untuk memajang perjalanan wisatanya. Bahkan mereka berlomba-lomba untuk mengejar destinasi yang instagramable.

Bukan cuma turis yang sedang liburan, spot foto yang Instagramable juga diminati oleh pasangan yang melangsungkan foto pra-pernikahan dan aktivitas lainnya. 

Selama lokasinya masih pantas untuk melakukan geotag, maka kegiatan geotagging adalah hal yang sah. Namun jika sedang berada di alam, ada baiknya tidak usah terlalu mengumbar hingga melakukan geotag demi keberlangsungan ekosistem alam.

[Gambas:Video CNN]

(agr)