HARI KESADARAN AUTISME SEDUNIA

Mencapai Kesetaraan Orang dengan Autisme lewat Teknologi

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 02/04/2019 12:28 WIB
Hari Kesadaran Autisme Sedunia diperingati dengan mengingatkan pentingnya penggunaan teknologi bantuan bagi orang dengan autisme. Ilustrasi autisme (Astari Kusumawardhani)
Jakarta, CNN Indonesia -- Orang dengan autisme punya hak yang sama dengan orang normal lainnya. Namun, hingga hari ini hak itu masih belum terpenuhi.

Hak-hak inilah yang digaungkan lewat Hari Kesadaran Autisme Sedunia atau World Autism Awareness Day yang diperingati pada hari ini, Selasa atau setiap tanggal 2 April.

Tahun ini, merupakan peringatan ke-12 Hari Kesadaran Autisme Sedunia. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengangkat tema penggunaan teknologi, partisipasi aktif untuk orang dengan autisme.


Autisme atau gangguan spektrum autisme mengacu pada berbagai kondisi yang ditandai dengan gangguan atau hambatan dalam keterampilan sosial, bicara, komunikasi nonverbal, dan perilaku.

"Pada Hari Kesadaran Autisme Sedunia, kami menentang diskriminasi, merayakan keanekaragaman komunitas global dan memperkuat komitmen untuk inklusi penuh dan partisipasi orang-orang dengan autisme," kata Sekretaris Jenderal PBB António Guterres, dikutip dari situs remi PBB.

Data yang tersedia dari PBB menunjukkan di beberapa negara berkembang, lebih dari 50 persen penyandang disabilitas yang membutuhkan alat bantu tidak dapat menerimanya.

Selain itu, menurut PBB, masih terdapat hambatan utama bagi orang dengan autisme dalam penggunaan teknologi bantuan. Hambatan itu meliputi biaya yang tinggi, kurangnya ketersediaan, kurangnya kesadaran akan potensi, dan kurangnya pelatihan dalam penggunaan teknologi tersebut.

Padahal, teknologi bantu itu dapat mengurangi atau menghilangkan hambatan yang dimiliki oleh orang dengan autisme sehingga dapat setara dengan orang lain. Konvensi Hak-Hak Penyandang Disabilitas sudah mewajibkan setiap negara ikut mempromosikan ketersediaan dan penggunaan teknologi dengan biaya yang terjangkau bagi orang dengan autisme.

Hari Kesadaran Autisme Sedunia diperingati secara masif di banyak negara, termasuk di Indonesia. Yayasan Autisma Indonesia merayakan Hari Kesadaran Austisme Sedunia dengan kampanye momentum tahunan Light It Up Blue (LIUB) di Monas pada Selasa (2/4) pukul 18.30 WIB.

Untuk diketahui, autisme memiliki banyak subtipe yang dipengaruhi oleh kombinasi faktor genetik dan lingkungan. Oleh karena itu, setiap orang dengan autisme memiliki kekuatan, gangguan, atau tantangan yang berbeda-beda.

Gejala autisme biasanya muncul pada usia 2-3 tahun dengan keterlambatan perkembangan. Penelitian menunjukkan intervensi dini dapat membuahkan hasil yang positif bagi orang dengan autisme.

[Gambas:Video CNN] (ptj/asr)