Houtong, Kota Kucing Menggemaskan di Taiwan

CNN Indonesia | Selasa, 02/04/2019 16:25 WIB
Houtong, Kota Kucing Menggemaskan di Taiwan Kota Houtong di Taiwan. (SAM YEH / AF)
Jakarta, CNN Indonesia -- Saat tiba di Houtong, utara Taiwan, turis bisa langsung tahu siapa bintang yang sebenarnya.

Ada jembatan berbentuk kucing, mangkuk makanan kucing di sisi jalan setapak, rambu jalan dengan motif kucing, kafe bertema kucing, dan tentu saja, kucing yang berkeliaran santai.

Pada awal 1900-an, kota ini adalah kawasan penambangan batu bara terbesar dan paling maju di Taiwan. Kota ini adalah kawasan yang makmur dengan sekitar 6.000 penduduk dan pekerja, sebelum tambang itu tak lagi beroperasi pada tahun 1990.


Karena sebagian besar anak mudanya pindah ke kota lain untuk mendapatkan peluang hidup yang lebih baik, Houtong berubah menjadi kota sepi dengan hanya 100 orang penduduk.

Namun pada 2010, nama Houtong kembali populer setelah seorang pecinta kucing dan fotografer mulai menulis blog tentang pertumbuhan populasi kucing liar di kota itu.

Semenjak semakin banyak tulisan mengenai Houtong yang terbit, kota ini menjadi destinasi wisata wajib bagi para pecinta kucing yang datang ke Taiwan.

Ramainya kedatangan turis menjadi sumber pendapatan baru bagi penduduk setempat.

Kawanan kucing liar di Houtong dirawat dengan penuh kasih sayang oleh penduduk dan sukarelawan.

Pemerintah setempat juga mulai memperbaiki fasilitas dan layanan publik di Houtong demi menambah kenyamanan pengunjung.

Beberapa fasilitas yang dibangun pemerintah ialah jembatan kucing bagi pejalan kaki dan pusat informasi mengenai kucing dibangun pada 2010.

Sebuah museum yang didedikasikan untuk sejarah kota tambang Houtong juga tak lupa dibangun 2010.

Di tahun 2012, kota ini juga menggelar festival kucing sejak 2012.

Semua usaha tersebut tampaknya membuahkan hasil. Houtong sekarang didatangi sekitar 1 juta pengunjung setiap tahunnya.

Tapi Houtong, yang sekarang menjadi sorotan, tidak sepenuhnya sempurna.

Menurut pemberitaan media lokal, Houtong malah dianggap sebagai tempat pembuangan kucing.

Dalam survei terbaru, Kantor Perlindungan Hewan dan Inspeksi Kesehatan Pemerintah Kota Taipei memperkirakan bahwa sekarang desa itu menampung 286 ekor kucing, 50 ekor lebih banyak dari dua tahun lalu.

Sebagian orang juga berpendapat bahwa kesehatan kawanan kucing liar di sana mengkhawatirkan karena terlalu sering berinteraksi dengan manusia, seperti dielus dan diberi makan.

Pemerintah Taipei telah bekerjasama dengan penduduk dan sukarelawan untuk memvaksinasi dan memberikan perawatan medis secara teratur untuk kawanan kucing liar.

Sejumlah papan informasi juga dipajang di sudut jalan agar pengunjung berperilaku ramah terhadap kawanan kucing liar yang ditemui.

Houtong berjarak sekitar satu jam perjalanan kereta dari Stasiun Taipei.

Untuk mencapai Stasiun Houtong, turis dapat naik kereta di Jalur Yilan menuju Ruifang.

[Gambas:Video CNN]

(agr/ard)