Sabang Melenggang Menuju Kota Wisata

ANTARA, CNN Indonesia | Senin, 01/04/2019 18:28 WIB
Sabang Melenggang Menuju Kota Wisata Pantai Anoi Itam, Sabang. (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dikenal sebagai titik nol kilometer bagian barat Indonesia, Kota Sabang kini sedang dipercepat untuk menjadi kota wisata. Kota Sabang memiliki pulau terbesar sebagai yakni Pulau Weh, yang berjarak sekitar 45 menit berlayar dengan kapal cepat dari pelabuhan Ulee Lhue Kota Banda Aceh.

Keindahan alam dan perairan laut Pulau Weh sebutan lain untuk Kota Sabang itu cukup indah, bahkan sebagian wisatawan menyebutkan panorama perairan laut di pulau tersebut ibarat sepenggal surga di dunia.

Bongkahan-bongkahan terumbu karang aneka warna dan ditambah ragam jenis ikan hias unik, begitu mudah dipandang mata dengan hanya menyelam sekitar dua sampai tiga meter seperti di perairan Iboih dan Gapang.


Bagi yang tidak bisa menyelam, dapat menyewa kapal motor khusus yang dilengkapi dengan lantai kaca, dan dengan modal sekitar Rp400ribu dapat berkeliling Pulau Rubiah untuk menyaksikan warna warni terumbu karang dan ragam ikan hias di Sabang.

Bagi yang memiliki hobi menyelam atau diving dengan kedalaman antara 15 sampai 40 meter dari permukaan laut, dapat menyewa perlengkapan alat penyelaman berupa pakaian, tabung oksigen, dan sepatu dengan harga sewa sekitar Rp500 ribu per hari.

Namun khusus untuk diving, pesertanya harus menunjukkan sertifikat berlisensi internasional, dan minimal empat orang untuk satu regu.

Perairan Pulau Weh memiliki sebanyak 14 titik atau spot menarik untuk wisatawan yang hobi mwnyelam.

Sedangkan bagi wisatawan yang punya kesukaan menikmati keindahan alam bawah laut dengan kedalaman satu hingga tiga meter dari permukaan laut di pinggir pantai (snorkeling), cukup menyewa kelengkapan alam penyelaman berupa baju, sepatu khusus, dan kacamata senilai Rp45 ribu.

Berbicara keindahan Pulau Weh memang tidak habisnya, tidak hanya unggul dengan potensi bahari yang pantainya berpasir putih, tapi juga keindahan alam serta objek wisata sejarah lainnya seperti benteng Portugis dan Jepang.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sabang, Faisal, mengatakan, keindahan alam telah membuat pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata pada tahun 2017 menetapkan Kota Sabang sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

Ia menyebutkan, pemerintah daerah pun terus membumikan pengembangan industri pariwista demi meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat, seperti tingkat kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara.

"Syukur Alhamdulillah, kunjungan wistawan terus meningkat. Pada tahun 2016 jumlah wisatawan yang berkunjung ke Sabang 734.961 orang, dan tahun 2017, tercatat 739.256 orang," kata Faisal, seperti yang dikutip dari Antara, Senin (1/4).

Faisal memerinci, wisnus yang berlibur ke Sabang pada 2016 sebanyak 724,923 orang, sedangkan wisawatan mancanegara 10.038 orang.

"Lalu pada tahun 2017 jumlahnya meningkat menjadi 736,275 wisatawan domestik di antaranya, dan selebihnya merupakan wisatawan dari berbagai negara," kata dia.

Wali Kota Sabang, Nazaruddin, menyatakan pembangunan infrastruktur yang sedang dan akan berjalan setahun ini, berbasis pariwisata guna mewujudkan percepatan ekonomi masyarakat.

"Untuk percepatan kemandirian, pembangunan infrastruktur di Kota Sabang berbasis pariwisata serta mengelola segala potensi yang ada demi peningkatan ekonomi masyarakat sekitar industri itu sendiri," katanya.

[Gambas:Video CNN] (agr)