Destinasi Wisata Ramah LGBT di Dunia

CNN Indonesia | Rabu, 03/04/2019 17:54 WIB
Destinasi Wisata Ramah LGBT di Dunia Gedung Putih di Amerika Serikat merayakan hari disahkannya pernikahan sesama jenis pada 2016. (REUTERS/Gary Cameron)
Jakarta, CNN Indonesia -- Brunei Darussalam sedang disorot dunia karena menerapkan hukuman mati bagi kaum LGBT. Aturan baru tersebut seakan ketinggalan zaman karena banyak negara yang mulai menerima keberadaan kaum LGBT, apalagi kedatangan mereka sebagai turis.

Dikutip dari data milik pengamat pasar Forrester, turis LGBT membawa keuntungan sebanyak £6 miliar untuk Inggris Raya dan $85 miliar untuk Amerika Serikat sepanjang tahun lalu.

Badan Pariwisata Dunia UNWTO juga mencatat akan ada 180 juta turis LGBT hingga 2030 mendatang.


UNWTO menyatakan bahwa pasar wisata mewah akan mendapat banyak 'cuan' atas kedatangan mereka, karena turis LGBT menginginkan fasilitas dan layanan yang sarat privasi, kenyamanan, dan keamanan.

UNWTO juga menyebut kalau turis LGBT empat sampai enam kali lebih sering berwisata dan berbelanja dibandingkan turis biasa.

Dikutip dari The Independent pada Rabu (3/4), berikut adalah sejumlah destinasi wisata ramah LGBT di dunia:

1. Lesbos

Lesbos merupakan tempat lahir Sappho, penyair Yunani yang menulis puisi tentang hubungan sesama jenis. Karena sejarah tersebut, pulau yang bertetangga dengan Turki ini menjadi destinasi utama kaum lesbian.

Sejak tahun 2000 juga digelar festival tahunan Eressos International Women's Festival.

2. Israel

Israel menjadi salah satu negara Arab ramah turis LGBT. Pemerintahnya bahkan menggelar pawai LGBT setiap tahunnya.

Di Tel Aviv ada banyak bar dan kelab malam gay yang bisa didatangi. Namun siang atau malam, kaum LGBT bisa bebas berpegangan tangan di sepanjang jalan.

Diperkirakan 25 persen populasi LGBT dunia mengunjungi di Israel setiap tahunnya.

3. Sydney, Australia

Sebelum pernikahan sesama jenis disahkan di sini, Sydney telah lama menjadi destinasi wisata turis LGBT. Keramahan warga lokalnya menjadi salah satu alasan mereka senang berkunjung ke sini.

Newtown menjadi area utama bagi kaum lesbian. Selain di sana pusat hiburan bagi LGBT berada di Oxford Street.

[Gambas:Instagram]

4. San Francisco, Amerika Serikat

San Francisco memiliki sejarah panjang mengenai LGBT. Salah satunya di Compton's Cafeteria dan Castro District yang menjadi lokasi pertemuan aktivis LGBT sejak 1940.

GLBT Historical Society Archives and Museum juga bisa dikunjungi bagi turis yang ingin mengetahui sejarah pergerakan LGBT di sini lebih lanjut.

5. Berlin, Jerman

Sama seperti San Francisco, Berlin juga memiliki sejarah panjang mengenai LGBT. Jangan lupakan Institute of Sexual Research yang dibuka pada 1918 lalu dibakar Nazi pada 1933.

Kota ini juga memiliki tugu peringatan Memorial to the Homosexuals Persecuted Under Nazism.

[Gambas:Instagram]

6. Brighton, Inggris

Disebut sebagai kota bohemian di Inggris, kota di pesisir pantai ini juga menjadi destinasi wisata bagi turis LGBT.

Pawai LGBT tahunan mereka disebut sebagi yang paling seru di dunia, karena menyuguhkan konser musik dengan musisi legendaris seperti Britney Spears pada tahun lalu.

7. Copenhagen, Denmark

Denmark menjadi negara yang mengesahkan pernikahan sesama jenis pada 1989 dan menjadi negara pertama yang mencoret transgender dari daftar sakit jiwa.

Copenhagen juga menjadi rumah bagi bar gay tertua di dunia, yakni yang sejak berdiri pada 1950.

[Gambas:Instagram]

8. Sitges, Spanyol

Tak berada jauh dari Barcelona, Sitges menjadi pusat pesta bagi kaum LGBT di Spanyol.

Selain di dalam ruang, mereka juga bebas beraktivitas di luar ruangan seperti di pantai, salah satunya di Platja de la Bassa Rodona.

[Gambas:Video CNN]

(agr/ard)