Mengenal Menstrual Cup, Alternatif Pengganti Pembalut

CNN Indonesia | Senin, 15/04/2019 14:52 WIB
Mengenal Menstrual Cup, Alternatif Pengganti Pembalut ilustrasi menstrual cup (Istockphoto/Olga Polishko)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pembalut sekali pakai dengan bahan kapas dan katun yang 'bersayap' adalah senjata ampuh saat datang bulan atau menstruasi.

Namun berbagai inovasi teknologi demi kenyamanan pengguna saat datang bulan akhirnya mengarah pada kehadiran 'penampung darah' menstruasi yang bernama menstrual cup.

Meski belum sepopuler pembalut umumnya, menstrual cup kini juga menjadi alternatif lain yang dapat digunakan sebagai penampung darah saat menstruasi.


Menstrual cup merupakan sebuah cawan fleksibel yang berbentuk corong kecil. Cawan ini biasanya terbuat dari karet atau silikon. 

Alat ini dinilai memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan dibanding pembalut.


Berbeda dengan pembalut yang diletakkan di celana dalam, menstrual cup digunakan dengan cara memasukkan cawan itu ke dalam vagina. Cawan itu bakal menjadi tempat penampung yang mengumpulkan darah dari vagina, sama seperti pembalut.

Menstrual cup ini memiliki daya tampung darah yang dapat mencapai 30 ml, normalnya dalam sehari darah menstruasi berkisar 15-25 ml. Daya tampung menstrual cup ini lebih besar daripada pembalut sehingga bisa digunakan hingga 12 jam.

Berbeda dengan pembalut yang hanya sekali pakai, menstrual cup dinilai lebih praktis dan hemat karena bisa dipakai berulang-ulang.

Untuk memakai menstrual cup, Anda terlebih dahulu Anda mesti mengetahui ukuran yang tepat. Ukuran itu dapat diketahui dengan mempertimbangkan usia, panjang serviks, aliran darah menstruasi, kekuatan otot, dan sudah pernah melahirkan atau tidak.

Ukuran ini juga dapat didiskusikan dengan ginekolog atau dokter ahli penyakit sistem reproduksi wanita.

Dikutip dari Health Line, biasanya menstrual cup kecil direkomendasikan untuk perempuan berusia di bawah 30 tahun dan belum melahirkan secara normal. Sedangkan ukuran besar direkomendasikan untuk perempuan berusia di atas 30 tahun, sudah melahirkan normal, dan memiliki aliran darah menstruasi yang lebih banyak.

Hanya saja, cara pakai menstrual cup sangat berbeda dengan pembalut biasa. Menstrual cup dimasukkan ke dalam vagina dengan cara melipat terlebih dahulu. Terdapat beberapa jenis lipatan menstrual cup seperti lipatan C, 7, S, dan punchdown. Pada setiap orang lipatan yang tepat akan berbeda-berbeda. Dibutuhkan percobaan beberapa kali untuk mengetahui lipatan yang sesuai.


Pada awalnya, menggunakan menstrual cup dapat menimbulkan rasa tidak nyaman. Namun, semakin lama akan semakin terbiasa dan menstrual cup di vagina tidak akan begitu terasa. Bantuan lubrikan berbahan dasar air akan memudahkan penggunaan menstrual cup.

Saat menstrual cup sudah masuk ke dalam vagina, pemakai dapat bergerak, melompat, duduk, berdiri dan melakukan kegiatan sehari-hari lainnya tanpa perlu khawatir mestrual cup akan jatuh. Pengguna juga dapat berenang tanpa harus takut darah akan keluar.

Menstrual cup mesti dikeluarkan jika sudah terasa penuh atau melebihi 12 jam untuk menghindari kebocoran. Jika sudah dikeluarkan, menstrual cup dapat dibersihkan dan dicuci untuk digunakan kembali saat sudah kering. Menstrual cup ini dapat digunakan selama 6 bulan hingga 10 tahun tergantung perawatan.

Menstrual cup dinilai memiliki kelebihan seperti lebih aman dan lebih dapat menyerap banyak darah ketimbang pembalut, dan lebih ramah lingkungan.

Di sisi lain, menstrual cup juga dirasa memiliki kekurangan seperti perasaan yang tidak nyaman, sulit dipakai, dapat menimbulkan alergi dan iritasi. (ptj/chs)