FOTO: Bermewah-mewah di Negara Komunis

AFP PHOTO/Yamil Lage, CNN Indonesia | Jumat, 05/04/2019 19:16 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Kuba sedang berkembang menjadi destinasi wisata mewah demi menyambut kedatangan turis berduit.

Halaman depan Gran Manzana Hotel di Havana, Kuba. Kuba sedang berkembang menjadi destinasi wisata mewah. Keberadaan hotel mewah merupakan satu dari sekian banyak fasilitas dan layanan wisata mewah demi memanjakan turis berduit yang datang. 
Gran Hotel Manzana yang dikelola oleh perusahaan wisata pemerintah Kuba, Gaviota. Hotel ini menyediakan “lapak-lapak” toko mewah sehingga tamu yang menginap tidak perlu jauh-jauh keluar hotel untuk menghabiskan uangnya.
Gaya hidup mewah yang sedang berlangsung di Kuba seakan menghapus kesuraman di negara yang dipimpin oleh pemerintah komunis ini sejak tahun 1959. Gaji per bulan di sana sebesar US$30.
Hotel semewah Gran Hotel Manzana memang tak ditujukkan untuk “kaum receh”, karena tamunya kebanyakan turis berduit dari luar negeri. Mereka bahkan datang dengan pesawat jet pribadi.
Gran Hotel Manzana merupakan hotel bintang lima pertama di Kuba yang dibuka sejak 2017. Hotel ini dikelola oleh perusahaan penginapan asal Swiss, Kempinski.
Ruang Spa Albear di Gran Manzana Hotel, Havana, Kuba. Tarif menginap di hotel yang memiliki ruangan spa seluas 1.000 meter persegi ini mulai dari US$370 per malam. Tersedia juga ruangan paling mewah seharga US$5.000 per malam.
Sebagian besar tamu di hotel ini berasal dari Amerika Serikat, Eropa, Asia, dan Timur Tengah. 
Ruangan di Spa Albear, Gran Manzana Hotel, Havana, Kuba. Setahun kemudian perusahaan asal Spanyol, Iberostar, membuka hotel bintang limanya, Grand Packard. Perusahaan Prancis, Accor, juga akan membuka hotelnya di Havana pada September mendatang.
Kolam renang di atas atap Gran Manzana Hotel, Kuba. 
Tamu asyik kongko di bar atas atap Gran Manzana Hotel, Havana, Kuba. Sepanjang tahun lalu Kuba dikunjungi 4,7 juta turis. Kamar hotel tentu saja menjadi bisnis yang potensial di negara ini.