Mengenal TAVR, Operasi Jantung yang Dijalani Mick Jagger

CNN Indonesia | Rabu, 10/04/2019 12:10 WIB
Mengenal TAVR, Operasi Jantung yang Dijalani Mick Jagger Mick Jagger (REUTERS/Jean-Paul Pelissier)
Jakarta, CNN Indonesia -- Penyanyi legendaris Mick Jagger baru saja menjalani operasi penggantian katup jantung di New York, Amerika Serikat.

"Saya merasa jauh lebih baik sekarang," kata Jagger melalui sebuah cuitan di Twitter, usai operasi katup jantung itu.

Operasi katup jantung yang dijalani Jagger dikenal juga sebagai penggantian katup aorta transchateter atau TAVR. Teknik ini pertama kali ditemukan oleh profesor Alain Cribier asal Prancis pada 2002 lalu. 


"Saya bukan penggemar Rolling Stones tapi saya senang dengan hasilnya," kata Cribier kepada AFP.


Cribier bercerita ide mengenai operasi katup jantung ini muncul sejak 1980-an dan berhasil dilakukan pertama kali pada 2002.

"Pada waktu itu, kami membiarkan lebih dari 75 pasien meninggal, kami tidak melakukan operasi," ungkap Cribier.

Metode operasi katup jantung ini mengganti dan memperbaiki katup sehingga memungkinkan pengiriman darah melalui aorta. 

Penggantian katup ini dilakukan pada orang yang berada di bawah anestesi. Awalnya, dokter bakal membuka dada melalui bedah, lalu menghentikan kerja jantung yang berdetak dan menggantikannya dengan mesin. Saat inilah dokter mulai prosedur penggantian katup.

Ahli bedah atau ahli jantung akan mencari arteri femoralis dengan sayatan di dekat pangkal paha untuk memasukkan kateter yang dilengkapi dengan katup pengganti di dalam stent dan balon untuk menggembungkannya.

Katup jantung yang baru akan mendorong katup lama keluar dan mengambil alih tugas mengatur aliran darah.

Penggantian katup ini biasanya dilakukan pada orang yang memiliki penyakit katup, penyempitan katup, dan stenosis aorta yang berhubungan dengan usia. Data dari NewHeartValve, lebih dari 200 ribu prosedur bedah katup jantung ini dilakukan setiap tahunnya.


Cribier bahkan mengatakan, sejak 2009 lebih dari 400 ribu pasien di 65 negara melakukan prosedur tersebut.

Sebuah studi uji klinis yang diterbitkan dalam The New England Journal of Medicine menyimpulkan bahwa TAVR lebih aman dan memberikan hasil yang lebih baik untuk pasien. (ptj/chs)