Gangguan Mata dan Diabetes Seperti yang Diidap Mus Mulyadi

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 11/04/2019 15:33 WIB
Gangguan Mata dan Diabetes Seperti yang Diidap Mus Mulyadi Mus Mulyadi (CNN Indonesia/Resty Armenia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Musisi kawakan Mus Mulyadi tutup usia pada Kamis (12/4) pagi. Sang maestro keroncong dilaporkan menderita diabetes selama bertahun-tahun.

Diabetes yang diderita musisi asal Surabaya ini tak main-main. Penyakit gula darah itu bahkan membuatnya penglihatannya kian menurun.

Diketahui, beberapa orang dengan diabetes secara perlahan mengembangkan komplikasi serius yang berujung pada gangguan mata. Mengutip situs kesehatan WebMD, diabetes menjadi penyebab utama kebutaan pada orang dewasa berusia 20-74 tahun.


Tingginya gula darah dapat menyebabkan masalah pada mata seperti penglihatan kabur, katarak, glaukoma, dan yang paling sulit diobati, retinopati.

Pandangan kabur, misalnya, menjadi masalah kecil yang disebabkan oleh tingginya kadar gula darah. Umumnya, diperlukan waktu selama tiga bulan hingga penglihatan kembali normal.

Dalam kondisi yang lebih lanjut, komplikasi diabetes dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah yang berada di bagian mata. Akibatnya, cairan pada mata tak bisa mengalir sebagaimana mestinya. Mengutip Mayo Clinic, kondisi ini dapat merusak saraf dan mendorong pembentukan pembuluh darah baru.

Penderita diabetes berisiko mengalami kondisi neovaskular glaukoma. Kondisi ini mendorong pembentukan pembuluh darah baru dan menghalangi aliran cairan pada mata.

Terakhir adalah diabetes retinopati. Nama terakhir merupakan kondisi rusaknya pembuluh darah kecil di bagian retina. Sekitar 150 ribu kasus komplikasi diabetes jenis ini terjadi di Indonesia setiap tahunnya.

Kondisi ini dapat terjadi pada pengidap diabetes tipe-1 dan tipe-2. Semakin lama gula darah tak terkontrol, maka semakin besar kemungkinan seseorang mengalami komplikasi mata jenis ini. Seseorang dengan tekanan darah dan kolesterol tinggi serta perokok aktif juga berisiko mengalami diabetes retinopati.

Tak ada gejala yang ditimbulkan pada fase awal, namun lambat laun penyakit ini bisa menyebabkan kebutaan. Selama rentang waktu itu, pengidap diabetes retinopati akan mengalami penglihatan kabur dan fluktuatif, terganggunya kemampuan mata menangkap warna, dan munculnya area kosong dalam penglihatan.

Penyakit ini tak bisa dicegah. Pemeriksaan mata secara teratur sangat dianjurkan bagi penderita diabetes.


[Gambas:Video CNN] (asr/asr)