Studi: Sarapan Bantu Tekan Risiko Diabetes

CNN Indonesia | Rabu, 23/01/2019 10:18 WIB
Studi: Sarapan Bantu Tekan Risiko Diabetes Ilustrasi sarapan (fancycrave1/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sudah banyak orang tahu bahwa sarapan tak layak untuk dilewatkan. Tanpa sarapan, tubuh akan kekurangan energi. Selain itu, penelitian teranyar menunjukkan bahwa sarapan mampu menekan risiko diabetes tipe-2.

Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam The Journal of Nutrition itu menyimpulkan bahwa kebiasaan melewatkan sarapan dikaitkan dengan risiko lebih tinggi terserang diabetes tipe-2.

Studi yang dilakukan sejumlah peneliti asal Jerman itu dilakukan terhadap 96 ribu peserta. Penelitian mencakup enam penelitian terpisah.


Mengutip Healthline, studi menemukan, melewatkan sarapan sekali dalam sepekan dapat meningkatkan risiko diabetes tipe-2 hingga 6 persen. Jumlahnya semakin meningkat hingga 55 persen ketika seseorang melewatkan sarapan sebanyak empat hingga lima kali dalam sepekan.

Sejumlah ilmuwan mengatakan bahwa hasil penelitian ini bukan lagi barang baru. Beberapa penelitian sebelumnya memperlihatkan bahwa kebiasaan melewatkan sarapan dapat menyebabkan lebih banyak resistensi insulin. Nama terakhir ini merupakan kondisi yang membuat seorang penderita diabetes tipe-2 membutuhkan lebih banyak insulin untuk menurunkan kadar gula darah.

"Beberapa penelitian juga mengaitkan kebiasaan melewatkan sarapan dengan peningkatan gula darah," ujar ahli diet dari Ohio University, Jenna Freeman Scudder.

Kesadaran minim

Sayangnya, tak semua orang sadar akan pentingnya sarapan. Sebuah jajak pendapat menemukan bahwa 53 persen orang Amerika Serikat melewatkan sarapan setidaknya sekali dalam sepekan. Sementara 12 persen di antaranya sama sekali tak sarapan.

Sebagian besar beralasan bahwa mereka tak memiliki waktu yang cukup untuk sarapan. Alih-alih mengganti sarapan sehat di rumah, mereka justru menyempatkan diri mampir ke restoran cepat saji untuk menyantap beberapa sajiannya.

"Memulai hari dengan makanan yang tidak sehat bukan ide yang baik," ujar Scudder.

Untuk mengatasinya, Scudder merekomendasikan Anda untuk menjadikan oatmeal sebagai menu sarapan harian. Makanan satu ini dianggap sebagai pilihan sehat lantaran kandungan serat yang ada di dalamnya dapat membantu memberikan perasaan kenyang sekaligus mengurangi kolesterol.

"Hindari jenis oatmeal beraroma yang mengandung gula ekstra," kata Scudder. Jika oatmeal dirasa terlalu hambar, Scudder menyarankan Anda untuk mencampurnya dengan madu, buah segar, atau kacang-kacangan. (asr/asr)