Kawanan Gajah Meriahkan Songkran di Ayutthaya

AFP, CNN Indonesia | Kamis, 11/04/2019 17:05 WIB
Kawanan Gajah Meriahkan Songkran di Ayutthaya Pemandangan Songkran di Ayutthaya, Thailand, pada tahun 2016. (REUTERS/Jorge Silva)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kawanan gajah dengan hiasan tubuh berbentuk hati dan bunga menyemprotkan air pada orang-orang yang merayakan tahun baru tradisional Thailand, Kamis (11/4), dalam acara tahunan yang dikritik oleh kelompok perlindungan hewan.

Di bekas ibu kota Thailand, Ayutthaya, destinasi wisata populer yang terkenal karena reruntuhan kuil kuno, lebih dari selusin gajah berjalan di sepanjang jalan dengan pawang di punggung mereka, memercikkan dan menyemprotkan air ke penduduk setempat dan turis yang berdiri di bawah terik matahari.

Kegiatan ini mengawali rangkaian Songkran, perayaan tahun baru umat Buddha yang tahun ini secara resmi dimulai pada 13 April.


"Orang-orang bisa datang untuk memberi hormat kepada Buddha dan memberikan sedekah kepada para biksu di pagi hari, lalu bermain air dengan gajah di sore hari," kata Laithongren Meepan, pemilik Kamp Gajah Ayutthaya.

"Menggunakan belalainya untuk menyemprotkan air adalah cara alami gajah untuk bermain," tambahnya.

Secara tradisional ditandai dengan memberi hormat kepada para tetua dan menaburkan air di atas patung-patung Buddha di kuil-kuil setempat, saat ini Songkran berkembang menjadi pertarungan air yang heboh.

Warga lokal dan turis yang memegang senjata air dan kacamata pelindung terlibat dalam pesta jalanan yang serba basah.

"Di provinsi lain mereka mengadakan pesta busa. Tetapi di Ayutthaya, Anda dapat merayakan Songkran dengan gajah," kata Laithongren kepada AFP.

Pawang gajah, yang dikenal dengan sebutan mahout, telah melatih mamalia raksasa itu untuk melakukan trik seperti mengangkat kaki depan mereka dalam menyapa atau menggerakkan tubuh mereka ke musik seolah-olah mereka menari.

Praktek semacam itu "kejam", kata Tom Taylor dari Wildlife Friend Foundation Thailand, salah satu kelompok yang menyelamatkan dan merehabilitasi gajah peliharaan.

"Memaksa gajah untuk melakukan perilaku tidak wajar dengan menggunakan tongkat berpengait tajam," kata Taylor kepada AFP.

Kelompoknya telah menyelamatkan 24 gajah peliharaan. Ia ingin turis mengerti bahwa mamalia harus diperlakukan dengan hormat - "tidak dirantai, dipukuli atau ditunggangi", katanya.

Thailand merupakan negara dengan populasi gajah peliharaan tertinggi di dunia. Mereka sebagian besar dipekerjakan sebagai hewan tunggangan turis yang bisa naik dengan tarif tertentu.

[Gambas:Video CNN]

(ard)