Meramu Esensi Mendaki dalam Urban Hiking

CNN Indonesia | Selasa, 23/04/2019 15:09 WIB
Meramu Esensi Mendaki dalam Urban Hiking Ilustrasi. (Foto: Rizky Sekar Afrisia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Demi menyalurkan gejolak adrenalin, tak sedikit masyarakat di kota-kota besar kerap berburu lokasi yang menantang. Mendaki gunung kerap menjadi salah satu cara yang ditempuh.

Namun bagi mereka yang belum memiliki waktu, uang, dan nyali lebih untuk mendaki gunung ada sebuah metode bernama urban hiking yang mengadopsi berbagai aktivitas yang dilakukan selama pendakian, kecuali berkemah.

Mengutip howstuffworks, Selasa (23/4), urban hiking dipopulerkan pada tahun 2004 oleh Dan Koeppel.


Saat itu Koeppel merasa rutinitas yang ia lakukan di akhir pekan yaitu menyetir sejauh 32 kilometer dari Los Angeles, untuk mendaki gunung dan kembali lagi sebelum petang adalah hal yang menguras waktu.

Akhirnya ia memilih untuk menerapkan aktivitas pendakian, yang mayoritas diisi dengan berjalan kaki, di tengah kota. Tentu saja ia memilih lokasi yang tidak biasa untuk mendapatkan suasananya.

Salah satu rute andalan untuk melakukan urban hiking adalah taman kota, lokasi bersejarah, dan tempat-tempat terpencil yang terletak tidak jauh dari kota.

Namun jika ada bukit di dekat kota tempat tinggal, maka aktivitas dan nuansa urban hiking akan semakin lengkap.

Untungnya ada beberapa kota di Indonesia yang memiliki kawasan perbukitan, seperti Bandung, Sukabumi, Bogor, Malang, Bukittinggi, Sawah Lunto, Magelang, Temanggung, dan lainnya.

Selain lebih hemat waktu, rupanya para pegiat kegiatan ini juga beranggapan bahwa urban hiking lebih hemat dari segi biaya ketimbang harus menghabiskan waktu di tempat kebugaran.

Bahkan urban hiking juga bisa menjadi aktivitas yang mendidik, khususnya jika dilakukan bersama anggota ke keluarga dengan rute lokasi-lokasi bersejarah atau museum.

Satu hal yang terpenting adalah urban hiking tidak menyiksa diri sendiri, karena kapanpun merasa lelah atau lapar maka bisa segera menepi ke lokasi kuliner atau hiburan favorit.

Karena berjalan kaki di dalam mall juga termasuk dalam aktivitas urban hiking skala ringan.

[Gambas:Video CNN] (agr/ard)