'Turis Selfie' Jadi Ancaman Taman Bunga Tulip Belanda

CNN Indonesia | Kamis, 25/04/2019 20:28 WIB
'Turis Selfie' Jadi Ancaman Taman Bunga Tulip Belanda Ilustrasi. Turis berfoto di Keukenhof, taman Bunga Tulip terbesar di Belanda. (REUTERS/Yves Herman)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sama seperti musim mekar bunga di Indonesia atau Jepang, musim mekar Bunga Tulip di Belanda juga mendapat sambutan yang meriah. Namun pemandangan indah itu harus dirusak oleh turis tak bertanggungjawab yang menginjak dan memetik bunga.

Saat ini pagar pembatas yang disertai pengumuman dipasang di taman-taman Bunga Tulip di Belanda, sehingga turis tak lagi bisa melintas di tengah taman.

Dikutip dari The Guardian pada Kamis (25/4), sebelum dipasang pagar dan papan pengumuman turis terlihat seenaknya meloncat masuk ke dalam taman.


Mereka yang datang untuk berfoto biasanya langsung merebahkan diri di atas Bunga Tulip yang sedang bermekaran. Beberapa ada yang memetik bunganya untuk dibawa pulang.

Simon Pennings, salah satu pemilik taman Bunga Tulip di Noordwijkerhout, selatan Belanda, merupakan orang yang pertama kali memasang pagar pembatas dan pengumuman yang bertuliskan: "Nikmati bunganya, hormati kebanggaan kami."

"Mereka sangat tidak peduli," kata Pennings mengenai turis.

"Kami senang kedatangan kelompok turis, namun mereka merusak taman. Tahun lalu saya mengalami kerugian sekitar €10 ribu (sekitar Rp157 juta). Taman seperti diratakan hanya agar mereka bisa selfie," lanjutnya.

Pengelola badan pariwisata setempat, Nicole van Lieshout, mengatakan kalau saat ini ada sebanyak 40 "duta besar" yang disebar di taman-taman Bunga Tulip untuk memberi wawasan kepada turis yang datang mengenai sejarah bunga dan cara merawatnya.

"Dalam beberapa tahun terakhir jumlah turis yang datang semakin meningkat," kata Van Lieshout.

"Mungkin turis merasa kebun bunga itu dibentuk untuk mereka. Semua yang datang ingin mendapatkan foto terbaik, mereka menginjak-injak taman untuk mendapatkan spot foto terbaik," lanjutnya.

"Kami tak ingin mengusir turis. Petani mempercantik tamannya untuk didatangi turis, namun mereka harus berfoto dari luar taman tanpa merusak bunga."

Pennings yang diwawancara oleh media cetak Belanda, Algemeen Dagblad, mengatakan kalau turis biasanya langsung menjaga sikapnya setelah diberi wawasan mengenai Bunga Tulip.

"Mereka tidak tahu kalau pemandangan taman cantik ini bisa dinikmati setelah melalui proses panjang. Mereka langsung meminta maaf jika diberitahu untuk tidak merusak taman," kata Pennings.

Badan Pariwisata Belanda sebenarnya telah membuat aturan main berkunjung ke taman Bunga Tulip.

Salah satu taman Bunga Tulip di Belanda yang paling ramai dikunjungi ialah Keukenhof. Akhir pekan libur Paskah kemarin taman ini mendapat serbuan turis yang mengakibatkan kemacetan panjang di sekitar kawasannya.

Selama enam tahun terakhir taman ini dikunjungi 1,4 juta turis.

Direktur taman, Bart Siemerink, mengatakan kalau keramaian di Keukenhof dirasa mulai mengganggu warga yang bermukim di sekitarnya.

Keberadaan turis selfie bukan cuma menjadi gangguan di Belanda. Dikutip dari New York Times, pada musim panas lalu salah satu taman Bunga Matahari di Ontario, Kanada, juga mengalami nasib serupa.

Taman bunga yang dimiliki oleh keluarga Bogle itu hanya buka delapan hari setelah mengalami kerusakan yang parah akibat diinjak-injak turis.

[Gambas:Video CNN]

(agr/ard)