Puluhan Juta Anak di Dunia Tak Mendapatkan Vaksin Campak

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 25/04/2019 15:52 WIB
Puluhan Juta Anak di Dunia Tak Mendapatkan Vaksin Campak Ilustrasi vaksin campak (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lebih dari 20 juta anak tidak memperoleh vaksin campak setiap tahunnya selama delapan tahun terakhir. Hal ini ditengarai sebagai penyebab utama meningkatnya wabah campak di dunia.

"Virus campak akan selalu menyerang anak yang tidak mendapatkan vaksin," ujar Direktur Eksekutif UNICEF, Henrietta Fore, melansir Reuters.

Laporan UNICEF menemukan, sekitar 169 juta anak kehilangan vaksin campak dosis pertama dalam kurun waktu 2010-2017. Angka itu setara dengan rata-rata 21,1 juta anak-anak per tahun.


Hingga saat ini, cakupan vaksin campak dosis pertama di dunia dilaporkan baru mencapai 85 persen pada 2017. Angka yang lebih rendah terjadi pada vaksin campak dosis kedua sebanyak 67 persen.

Amerika Serikat--yang saat ini berjuang melawan wabah campak terbesar dalam kurun 20 tahun terakhir--menempati urutan teratas dalam daftar UNICEF sebagai negara maju dengan cakupan terendah vaksin campak. Lebih dari 2,5 juta anak-anak AS tak mendapatkan vaksin campak dosis pertama selama kurun waktu 2010-2017.

Posisi itu diikuti oleh Prancis dan Inggris. Masing-masing negara tak berhasil memberikan vaksin campak dosis pertama pada 600 ribu dan 500 ribu anak dalam periode yang sama.

Sementara di negara-negara berkembang, Nigeria menduduki posisi puncak dengan 4 juta anak tak mendapatkan vaksin campak. Diikuti oleh India dengan 2,9 juta, Pakistan dan Indonesia masing-masing 1,2 juta, serta Ethiopia dengan 1,1 juta.

Imbas dari kondisi tersebut, wabah campak di seluruh dunia meningkat empat kali lipat pada kuartal pertama 2019. Sebanyak 112.163 kasus ditemukan dan meningkat dari periode yang sama pada 2018.

Pada 2017, sekitar 110 ribu orang yang didominasi oleh anak-anak, meninggal akibat campak. Angka ini naik 22 persen dari tahun sebelumnya.

Fore mendesak Kementerian Kesehatan di setiap negara untuk tak mengabaikan upaya melawan campak. "Penyakit ini berbahaya, tapi dapat dicegah. Kita perlu memvaksinasi setiap anak baik di negara berkembang ataupun maju," kata dia.

Berbagai faktor membuat pelaksanaan vaksinasi campak tak berjalan baik. Beberapa faktor di antaranya soal akses dan sistem kesehatan yang buruk.

Selain itu, munculnya ketidakpercayaan masyarakat terhadap vaksin juga menjadi pemicu. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menempatkan kelompok antivaksin sebagai salah satu ancaman kesehatan global.

"Keraguan akan vaksin atau penolakan untuk melakukan vaksinasi dapat berujung pada kemunduran penanggulangan penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin," ujar WHO, mengutip CNN.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, dua dosis vaksin campak sangat penting untuk melindungi anak-anak dari campak. Cakupan vaksin 95 persen diperlukan untuk kekebalan tubuh anak terhadap campak.

Campak adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus. Penyakit yang disertai dengan gejala demam tinggi, batuk, flu, mata merah muda, dan ruam ini dapat mengancam nyawa. Dalam beberapa kondisi, campak dapat menyebabkan kebutaan, gangguan pendengaran, dan kerusakan otak.

Tak ada pengobatan khusus untuk campak. Vaksinasi hanya satu-satunya hal yang mampu menyelamatkan jiwa anak-anak.

[Gambas:Video CNN] (asr/asr)