Vaksin Malaria Pertama di Dunia untuk Anak-anak Afrika

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 24/04/2019 19:15 WIB
Vaksin Malaria Pertama di Dunia untuk Anak-anak Afrika Ilustrasi nyamuk penular malaria (REUTERS/Jim Gathany/CDC/Handout via Reuters)
Jakarta, CNN Indonesia -- Anak-anak di Afrika bakal menjadi anak-anak pertama di dunia yang menerima vaksin malaria. Sebanyak 360 ribu anak di tiga negara Afrika akan menerima vaksin malaria pertama di dunia yang merupakan bagian dari proyek percontohan skala besar dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Tiga negara Afrika itu adalah Malawi, Kenya, dan Ghana. WHO menyatakan, Malawi sudah mulai melakukan vaksinasi anak-anak berusia di bawah dua tahun. Kenya dan Ghana akan memulai vaksin dalam beberapa minggu mendatang. Kementerian Kesehatan di setiap negara bertugas untuk mendistribusikan vaksin tersebut.

Afrika dipilih karena banyaknya kasus malaria yang menimpa anak-anak di kawasan itu. Berdasarkan data WHO, malaria merenggut nyawa satu anak setiap dua menit. Sebagian besar kematian terjadi di Afrika, dengan lebih dari 250 ribu anak meninggal akibat penyakit ini setiap tahun.


Vaksin malaria pertama di dunia menawarkan perlindungan yang berhubungan dengan malaria. Hasil uji klinis mendapati bahwa vaksin dapat mencegah sekitar 4 dari 10 kasus malaria.

Vaksin muncul lantaran upaya pencegahan malaria seperti melalui kelambu dalam 15 tahun terakhir tidak menunjukkan kemajuan.

"Kita membutuhkan solusi baru untuk mengurangi malaria, dan vaksin ini memberi kami alat yang menjanjikan untuk sampai ke sana. Vaksin malaria ini memiliki potensi untuk menyelamatkan puluhan ribu nyawa anak-anak," kata Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam pernyataan pers, dikutip dari CNN.

Nantinya, vaksin akan diberikan dalam empat dosis. Di antaranya tiga dosis antara usia lima hingga sembilan bulan dan dosis keempat diberikan saat usia dua tahun.

Malaria adalah penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. Diperkirakan 435 ribu orang meninggal setiap tahunnya. Anak-anak di bawah umur memiliki risiko terbesar dari komplikasi penyakit yang mengancam jiwa ini.

[Gambas:Video CNN] (ptj/asr)