Kisah Persahabatan di Balik Foto Selfie Gorila yang Viral

REUTERS, CNN Indonesia | Jumat, 26/04/2019 16:19 WIB
Kisah Persahabatan di Balik Foto Selfie Gorila yang Viral Mathieu Shamavu, penjaga Taman Nasional Virunga Republik Demokratik Kongo yang selfie dengan gorila. (Mathieu Shamavu for www.virunga.org via REUTERS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Terlihat berdiri santai dan memiringkan kepala, pose foto dua gorila Ndakazi dan Ndeze langsung menjadi perbincangan dunia.

Foto yang memperlihatkan dua gorila betina yatim berpose seperti manusia itu diambil di Taman Nasional Virunga Republik Demokratik Kongo dan telah menjadi viral sejak diunggah di akun Facebook milik taman nasional.

Mathieu Shamavu, penjaga hutan Virunga dan penjaga Senkwekwe Center for Orphaned Mountain Gorillas, mengatakan bahwa dia sedang berjalan-jalan dengan Ndakazi dan Ndeze sebelum menemukan kesempatan untuk berfoto bersama.


"Kami membiarkan mereka berkeliaran sesuka hati sehingga mereka merasa nyaman. Mereka selalu penasaran. Dan ketika mereka berdiri, saya mengambil telepon genggam karena saya tidak ingin kehilangan kesempatan luar biasa itu, " kata Shamavu seperti yang dikutip dari Reuters pada Jumat (26/4).

"Ketika mereka melihat saya mengeluarkan ponsel saya, mereka berhenti mondar-mandir dan langsung melihat ke arah kamera."

Ndakazi dan Ndeze dibesarkan oleh pengasuh di Senkwekwe Center setelah diselamatkan pada 2007 ketika mereka masih bayi.

Taman itu, yang terletak di tengah pegunungan vulkanik di Afrika Tengah, adalah rumah bagi lebih dari setengah populasi Gorila Gunung, spesies langka yang menghadapi ancaman dari pemburu liar dan kelompok bersenjata.

"Anda lihat mereka bisa berjalan sejauh satu atau dua meter dengan dua kakinya tetapi mereka memang suka meniru perilaku manusia yang ada di sekitarnya," kata Shamavu.

"Kami selalu bersama, kami memberi mereka makan, kami berjalan bersama mereka, kami menemani mereka beraktivitas di lingkungan alami mereka, kami bertanggung jawab atas keamanan mereka. Itulah alasan mengapa gorila terbiasa dengan kami. Tidak ada orang lain, tidak ada wartawan, tidak ada pengunjung yang bisa mengambil foto ini. "

Taman itu ditutup tahun lalu setelah anggota kelompok militan menculik turis dan membunuh seorang penjaga hutan yang berusaha membela mereka.

Taman dibuka kembali pada Februari tahun ini, tetapi kurang dari sebulan kemudian, anggota kelompok militan membunuh seorang penjaga hutan di sana.

(ard)