'Tribute to Ibu', Persembahan Obin untuk Anak Pengidap Kanker

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 26/04/2019 17:14 WIB
'Tribute to Ibu', Persembahan Obin untuk Anak Pengidap Kanker Ilustrasi. Perancang Josephine Komara alias Obin saat mempresentasikan koleksinya. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kisah Hillary, anak penderita kanker ovarium menyentuh hati desainer Josephine Werratie Komara alias Obin. Hillary didiagnosis menderita kanker ovarium saat usianya masih 14 tahun pada 2016 lalu.

Di usia yang semuda itu, Hillary harus berkutat dengan beratnya pengobatan kanker ovarium seperti kemoterapi. Dia harus rela meninggalkan sekolah dan teman-temannya untuk berkawan dengan rumah sakit.

Perjuangan Hillary tak sia-sia. Kini, dia dinyatakan sembuh dari kanker ovarium yang sempat mengancam jiwanya itu. Kanker ovarium merupakan tumor ganas yang berkembang di dalam indung telur perempuan.


Hillary merupakan satu dari anak banyak anak yang menderita kanker di Indonesia. Data Kementerian Kesehatan menyebut lebih dari 4 ribu kasus kanker anak terjadi setiap tahunnya. Yayasan Kanker Anak Indonesia (YKAI) mencatat, jumlah penderita kanker terus meningkat setiap tahunnya dengan mayoritas anak berasal dari keluarga prasejahtera.

Awalnya, Obin tak menyangka jika kanker dapat menyerang anak-anak. Namun dia tak bisa mengelak saat mendengar kisah Hillary. Perjuangan Hillary dan banyak anak lainnya yang melawan kanker membuat perancang berusia 63 tahun itu tergerak untuk bergabung dalam kegiatan amal "Tribute to Ibu" dari YKAI.

"Kenapa tidak? Saya awalnya tidak tahu kanker bisa terjadi pada anak dan saya pikir kegiatan ini bagus sekali," kata Obin mengenai alasannya bergabung dengan "Tribute to Ibu", Kamis (25/4).

"Tribute to Ibu" merupakan acara persembahan dan penghargaan untuk ibu yang memiliki anak dengan kanker, sekaligus merayakan Hari Kartini. Kegiatan ini sekaligus menggalang dana dari YKAI untuk pengobatan dan perawatan anak-anak dengan kanker di Indonesia.

Dalam "Tribute to Ibu", Obin mempersembahkan peragaan busana dari lini busana Cita dan BINHouse. Ini untuk kali pertama selama 40 tahun berkarya di dunia mode, Obin menggelar peragaan busana dengan koleksi yang sudah ada.

"Saya biasanya enggak pernah pakai baju yang sudah ada, selalu bikin khusus untuk peragaan. Untuk show ini, saya tanya boleh enggak saya pakai baju yang sudah ada," tutur Obin.

Obin memamerkan 32 koleksi yang ia sebut 'daily wear'. Koleksi ini terdiri dari aneka kebaya sederhana yang dipadukan dengan beragam kain lilit dan juga selendang.

Dengan berani, Obin bermain gradasi warna dan tabrak warna yang hasilnya terlihat menarik. Kebaya merah, misalnya, yang dipadu dengan kain hijau atau kebaya biru dengan kain kuning.

Pakaian itu dipadukan dengan sneakers putih untuk memberikan kesan dinamis. Rambut yang ditata Qiqi Franky juga dibuat unik tapi tetap kekinian.

Peragaan yang diarahkan koreografer kakak beradi Panca dan Tara Makmun ini dikemas santai. Model berjalan dengan asyik mengikuti alunan musik yang sesekali melambat atau malah dipercepat.

"Ini merupakan koleksi yang sederhana. Show yang sangat kasual," ujar Obin. Koleksi ini sebelumnya pernah terlihat dipamerkan di Jakarta Fashion Week 2019 beberapa waktu lalu.

Obin mengaku mempersembahkan peragaan busana ini untuk anak-anak dengan kanker. Semua yang terlibat dalam gelaran ini bekerja secara sukarela.

[Gambas:Video CNN] (ptj/asr)