Cegah Demensia dengan Kegiatan yang Menstimulasi Otak

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 20/06/2019 19:41 WIB
Cegah Demensia dengan Kegiatan yang Menstimulasi Otak Ilustrasi. Kegiatan yang menstimulasi otak seperti bermain teka-teki silang dapat mencegah demensia Alzheimer. (stevepb/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kesehatan otak mesti terjaga karena organ tubuh satu itu bersifat vital. Semua kinerja organ bakal bermuara dan diproses melalui otak.

Saat umur beranjak tua, otak pun ikut menua. Akibatnya, otak mengerut dan fungsinya pun tak lagi sempurna. Pada tingkat yang parah, kerusakan pada otak dapat menyebabkan penyakit kognitif yakni demensia Alzheimer.

Penuaan pada otak sebenarnya dapat dihambat dengan pola hidup sehat seperti konsumsi makanan yang bergizi seimbang dan melakukan kegiatan yang baik untuk otak.


"Mencegah penuaan pada otak prinsipnya adalah menjaga otak sehat dan produktif. Hindari faktor risiko dan perbanyak kegiatan yang menstimulasi otak," kata ahli neurologi, dr Yuda Turana, beberapa waktu lalu.

Berikut beberapa kegiatan yang baik untuk otak dan dapat mencegah demensia.

1. Permainan
Permainan yang dapat menstimulasi otak seperti mengisi teka-teki silang (TTS), sudoku, bridge, dan gim lainnya dapat mencegah penuaan otak. Yuda menjelaskan, permainan-permainan ini dapat terus membuat otak terstimulus dan bekerja sehingga terhindar dari proses degeneratif.

Permainan ini harus dilakukan dengan hati yang senang agar manfaatnya dapat benar-benar terasa untuk otak.

"Permainan itu memang bisa, tapi ada faktor tambahan harus suka. Kalau enggak suka enggak usah dipaksakan, cari permainan yang lain," ucap Yuda yang merupakan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Atmajaya ini.

2. Spiritual
Kegiatan spiritual keagamaan terbukti baik untuk otak. Penelitian menunjukkan, kegiatan spiritual seperti mengikuti pengajian atau berkumpul di gereja dapat membuat otak rileks.

Yuda menjelaskan, kegiatan keagamaan dapat mencegah penuaan karena membuat tubuh lebih sedikit stres. Stres merupakan salah satu faktor utama yang dapat membuat kerusakan pada otak.

3. Bersosialisasi
Yuda menyarankan untuk aktif bersosialisasi seperti berkumpul bersama keluarga atau teman seperti arisan dan mengikuti kegiatan sosial untuk menjaga kesehatan otak.

Terus bersosialisasi dapat membuat otak aktif dan cenderung lebih sehat. Pada lanjut usia misalnya, bersosialisasi dapat menghilangkan rasa kesepian. Untuk diketahui, rasa kesepian merupakan salah satu faktor risiko yang dapat menyebabkan penyakit pikun demensia Alzheimer.

4. Olahraga
Bukan hanya sekadar aktivitas fisik, olahraga juga bisa mencegah penuaan pada otak. Olahraga ringan seperti berlari, aerobik, atau menari poco-poco dapat memacu otak.

Olahraga juga bisa mengurangi depresi dan kecemasan sehingga meningkatkan fungsi otak.

5. Kombinasi
Melakukan kegiatan-kegiatan yang baik untuk otak secara kombinasi disebut lebih efektif menjaga otak ketimbang hanya melakukan satu kegiatan saja.

"Ada penelitian stimulasi satu kegiatan bermanfaat, tapi kalau dikombinasikan satu sama lain manfaatnya lebih banyak," jelas Yuda.

[Gambas:Video CNN] (ptj/asr)