Angka Demensia Diprediksi Melonjak, WHO Keluarkan Pedoman

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 17/05/2019 06:44 WIB
Angka Demensia Diprediksi Melonjak, WHO Keluarkan Pedoman Ilustrasi. Angka orang dengan demensia diprediksi melonjak pada 2050, WHO mengeluarkan pedoman untuk mengurangi faktor risiko. (AFP PHOTO / BEHROUZ MEHRI)
Jakarta, CNN Indonesia -- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memprediksi angka orang dengan demensia (ODD) akan mencapai 152 juta pada 2050 mendatang.

"Dalam 30 tahun ke depan, jumlah ODD diperkirakan melonjak tiga kali lipat," ujar Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, melansir AFP.

Peningkatan diprediksi akan menimpa negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah dengan tingkat pertumbuhan populasi penduduk yang tinggi.

Dengan meningkatnya angka ODD, untuk pertama kalinya WHO mengeluarkan pedoman untuk mengurangi faktor risiko demensia. Beberapa faktor risiko mencakup pola makan dan gaya hidup.

Meski usia disebut-sebut sebagai faktor risiko utama, bukan berarti demensia tak dapat dihindari.

"Kita tahu bahwa ada beberapa faktor risiko demensia yang bisa kita modifikasi dan hindari," ujar perwakilan Divisi Kesehatan Mental dan Penyalahgunaan Zat WHO, dr Neerja Chowdhary.

Pedoman menunjukkan serangkaian pilihan gaya hidup termasuk aktivitas fisik, penggunaan tembakau, diet tak sehat, dan konsumsi alkohol.

Dalam pedomannya, WHO merekomendasikan orang dewasa untuk menerapkan pola makan Mediterania yang seimbang, berhenti merokok, menghindari terlalu banyak konsumsi alkohol, dan memperhatikan berat badan.

Pedoman juga menyarankan orang dewasa untuk terus mengasah fungsi kognitif yang membantu merangsang kinerja otak sekaligus menangkal demensia.

Selain itu, WHO juga menyarankan kehidupan sosial yang aktif bagi orang dewasa. Kehidupan sosial dipercaya dapat mengurangi risiko gangguan kognitif pada orang dewasa.

Demensia merupakan penyakit yang menyerang otak dan memengaruhi daya ingat, pola perilaku, hingga kemampuan melakukan aktivitas harian.

Sekitar 5-8 persen lansia di dunia menderita penyakit Alzheimer dan beberapa bentuk lain demensia. Di Indonesia, sekitar 2 juta kasus tercatat setiap tahunnya.

[Gambas:Video CNN]


(asr/asr)