Penolakan Meghan Markle dan Tren Foto Pascamelahirkan

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 07/05/2019 17:38 WIB
Penolakan Meghan Markle dan Tren Foto Pascamelahirkan Meghan Markle dan Pangeran Harry (REUTERS/Phil Noble)
Jakarta, CNN Indonesia -- Publik belum bisa melihat senyum sumringah Meghan Markle dan si buah hati. Meghan dikabarkan tak akan melakukan sesi foto pascamelahirkan seperti yang dilakukan kakak iparnya, Kate Middleton dan sang mertua, Putri Diana.

Keputusan untuk tidak berfoto pasca melahirkan muncul sejak April lalu. Keputusan tertulis dalam pernyataan resmi Istana Kensington.

"Yang Mulia telah mengambil keputusan personal untuk menjaga rencana seputaran kelahiran bayi mereka tetap privat. Duka dan Duchess sangat menantikan untuk berbagi kabar gembira dengan semuanya saat mereka memiliki kesempatan untuk merayakannya secara privat sebagai keluarga baru," tulis pihak istana, mengutip Vanity Fair.


Sebelumnya, publik disuguhkan pemandangan sempurna seorang Kate Middleton selepas melahirkan. Ia tak pernah absen berpose di depan Rumah Sakit St.Mary, London. Tak ada tanda kelelahan atau hal-hal yang biasa tampak pada ibu pascamelahirkan. Ia mengenakan daster cantik dan menebar senyum.

Kritik tajam dilayangkan pada Kate saat itu. Aktris Keira Knightley sempat menuliskan esai untuk buku Feminist Don't Wear Pink and Other Lies. Dia berargumen bahwa Kate mendesain ekspektasi yang tidak realistis untuk wanita lain dengan tampilannya yang sempurna setelah melahirkan.

"Dia keluar dari rumah sakit tujuh jam kemudian dengan wajah berseri dan mengenakan sepatu hak tinggi. Wajah yang ingin dilihat oleh dunia. Jangan tunjukkan. Jangan katakan. Berdiri saja di sana dan difoto oleh fotografer pria," tulis Knightley saat kelahiran Putri Charlotte pada 2015 lalu, mengutip CNN.

Setelah sejumlah pose Kate itu tersebar, sesi foto pascamelahirkan mendadak populer. Ditambah kehadiran media sosial Instagram yang seolah menekan para ibu biasa untuk terlihat sempurna di depan kamera.

Tak cuma itu, orang tua juga kian meramaikan tren foto proses persalinan.

"Tekanan konyol untuk para wanita. Anda musti jadi ibu yang sempurna, wanita karier yang sempurna, fisik sempurna," kata penulis psikologi di Yale School of Medicine, Randi Hutter Epstein, mengutip Vox.

Wanita, kata Epstein, selalu berada di bawah tekanan untuk melakukan persalinan dengan cara yang benar. "Karena kita adalah masyarakat yang berbagi, semua tampak harus menjadi urusan semua orang," kata dia.

Dia mengapresiasi keputusan Meghan untuk tidak melakukan sesi foto seperti para pendahulunya. Ini bisa memicu keluarga lain untuk menghargai privasi dan keintiman momen istimewa ini.

[Gambas:Video CNN] (els/asr)