Valparaiso, Kota Seribu Grafiti di Chile

AFP, CNN Indonesia | Rabu, 08/05/2019 14:16 WIB
Valparaiso, Kota Seribu Grafiti di Chile Pemandangan di Valparaiso, Chile. (Martin BERNETTI / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ratusan seniman grafiti telah mengubah kota pelabuhan Valparaiso di Chile menjadi galeri seni terbuka raksasa.

Jalan bernama Elias Street di Valparaiso tak berbeda jauh dengan jalanan di negara lain, trotoarnya sempit dan berliku. Setiap harinya jalanan ini dilalui banyak turis yang ingin berwisata di Bukit Cerro Alegre.

Saat melintasi Elias Street yang naik turun, turis juga bisa memandangi lautan yang berbatasan langsung dengan Samudra Pasifik.



Selama beberapa tahun terakhir, tembok di sepanjang Elias Street telah diubah menjadi kanvas raksasa tempat seniman jalanan memamerkan keterampilan mereka.

Hal itu disebabkan oleh "kebutuhan anak muda untuk keluar dan mengekspresikan diri di jalan," kata Sammy Espinoza, seorang seniman grafiti dan desainer grafis, seperti yang dikutip dari AFP pada Selasa (7/5).

Ratusan tangga, jalan-jalan labirin di antara perbukitan, dan lorong-lorong berbatu di Valparaiso, yang terletak 120 kilometer ke barat laut ibukota Santiago, menjadi lokasi yang sempurna untuk menuangkan kreativitas, tambah Espinoza.

Itu sebabnya ia dan rekannya yang merupakan insinyur sipil, Cynthia Aguilera, meninggalkan Santiago satu dekade lalu dan pindah ke Valparaiso demi mendedikasikan diri mereka untuk karya seni jalanan.

Mereka menamai kelompoknya Un Kolor Distinto (warna yang berbeda) dan telah menciptakan karya seni besar seperti 'Solsticio de verano' (matahari musim panas), mural yang membentang ke 22 lantai di gedung Centenario, salah satu yang tertinggi di kota.

Mural tersebut kini menjadi salah satu objek wisata terpopuler di Valparaiso.

"Grafiti yang dipadukan seni mural menjadi evolusi baru di galeri seni terbuka Valparaiso," kata Aguilera.


[Gambas:Instagram]

Akulturasi berkesinambungan

Pada tahun 2003, UNESCO menyatakan Valparaiso sebagai Situs Warisan Dunia, karena kota ini merupakan satu pelabuhan Amerika Selatan yang paling penting pada abad ke-19 dan ke-20.

Valparaiso adalah salah satu lokasi wisata paling banyak dikunjungi Chile, di samping Gurun Atacama di utara dan Patagonia di selatan.

Hingga saat ini ada 1.400 mural dan karya seni grafiti yang tersebar di seluruh penjuru kota. Semuanya dilukis sejak lima tahun yang lalu dan menjadi objek wisata tambahan, selain sisa sejarah dan pemandangan alam yang cantik di Valparaiso.

"Ada gambar-gambar dinding yang sangat indah, semuanya bercampur dengan baik, itu sangat indah," kata turis Italia, Alessandro Ferssini (31).

Setiap bulannya, sekitar seribu turis terlihat berkeliling dari satu karya ke karya lain.

Sebanyak 300 seniman grafiti, baik dari Chile maupun asing, telah memajang karya seni mereka di dinding Valparaiso selama lima tahun terakhir, menurut Alvaro Ramirez (34), yang merupakan seniman grafiti sekaligus pebisnis.

"Pada awalnya, kebanyakan orang melihat seni jalanan ini seperti noda,"kata Ramirez.

"Tetapi sekarang orang-orang yang datang ke Valparaiso untuk melihat karya seni jalanan ini," tambah Ramirez, yang memulai grafiti di New York pada usia tujuh tahun, sebelum kembali ke Chile pada usia 21 tahun.

Penduduk setempat telah mengubah pandangan mereka tentang para seniman jalanan yang awalnya mereka anggap sebagai penjahat.

Sekarang mereka membuka pintu dan membiarkan para seniman menghiasi dinding rumah mereka.

Pemerintah setempat juga telah menetapkan ruang untuk mereka, namun beberapa artis mengklaim mereka masih dikejar oleh polisi.


[Gambas:Video CNN] (ard)