JAZIRAH ISLAM

Salam Sisters, 'Barbie' Muslimah Karya Pria Mualaf Australia

TRANS 7, CNN Indonesia | Selasa, 07/05/2019 18:01 WIB
Salam Sisters, 'Barbie' Muslimah Karya Pria Mualaf Australia Boneka Salam Sisters. (salamsisters.com)
Jakarta, CNN Indonesia -- Islam memang bukan agama mayoritas di Australia. Namun syiar agama ini menebar harum di penjuru Negeri Kanguru.

Di Australia ada Peter Gould, desainer yang merancang mainan anak bernuansa Islami, yakni seri boneka Salam Sisters dan 5Pillars.


Studio Gould di daerah Belgrave Kogarah, New South Wales. Ia merancang mainan untuk anak-anak dibantu empat karyawannya.


Salam Sisters adalah lima karakter boneka perempuan yang memakai hijab dan bisa dibongkar pasang. Ada Maryam, Layla, Karima, Nura, dan Yasmina.

Jika diperhatikan bentuk mata, warna rambut, dan kulitnya mewakili berbagai ras di dunia.

Gould mengakui dirinya terinspirasi mainan anak-anaknya. Dalam tumpukan mainan itu, ia tak melihat keberagaman yang menonjol.

Salam Sisters adalah gambaran Muslimah yang ingin dikenalkan Gould sejak dini kepada anak-anak.

Seiring perkembangan zaman, Salam Sisters juga merambah dunia digital dengan kehadiran aplikasi dalam telepon genggam.


Sementara itu 5Pillars berupa mainan yang bertema lima rukun islam.

Di dalam permainan ini, terdapat 2.500 kartu pertanyaan tentang hal-hal yang berhubungan dengan Islam.

Selain bahasa Inggris, 5Pillars sudah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa Prancis, Afrika Selatan, serta Indonesia.

Majelis Ulama Indonesia juga sudah memberikan akreditasi untuk permainan ini, yang artinya permainan ini aman untuk anak-anak Muslim dan bebas dari unsur radikalisme.

Sejak sepuluh tahun berkarya sudah banyak prestasi yang diraih oleh Gould dan timnya. Salah satunya Islamic Economy Award pada Global Islamic Economy Summit di Dubai pada 2015.

Beberapa perusahaan besar, seperti Etihad Airways, Islamic Museum Australia, dan Discover Malaysia mempercayakan strategi pemasarannya kepada Gould.

Meski sudah mendunia bukan berarti Gould tak pernah mengalami kegagalan.

Uji coba berkali kali harus ia lakukan hingga Salam Sisters diluncurkan tahun 2018.

Di tengah segala kesuksesan yang dia miliki, Gould tak pernah lupa akan Sang Pencipta. Ia selalu menyempatkan waktu untuk berzikir dan membaca Al Quran.

Pria mualaf sejak tahun 2002 ini menemukan banyak ketenangan setelah memeluk Islam.

Ia mengenal islam pertama kali dari seorang teman Muslim yang ia temui di bus. Temannya ini banyak memberikan pencerahan atas pertanyaan mengenai agama yang selama ini mengganjal hatinya.

Sebagai seorang mualaf pada awalnya Ramadan terasa berat bagi Gould. Namun lama kelamaan ia mampu beradaptasi hingga akhirnya bertemu lagi dengan bulan puasa pada tahun ini.


Saksikan episode lengkap 'Jazirah Islam' hanya di Trans 7 setiap Senin-Jumat pukul 14.00 WIB.

[Gambas:Video CNN]

(ard)