JAZIRAH ISLAM

Alap-alap, Burung Predator Kesayangan Timur Tengah

TRANS 7, CNN Indonesia | Rabu, 08/05/2019 18:17 WIB
Alap-alap, Burung Predator Kesayangan Timur Tengah Burung Alap-alap. (KARIM SAHIB / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Selain unta, masyarakat Timur Tengah terutama Suku Badui juga sayang sayang dengan Burung Alap-alap.

Berbeda dengan Elang, Elang-alap dan Rajawali dari suku Accipitridae, Alap-alap memiliki sayap yang lebih sempit dan runcing, paruh lebih pendek dan melengkung, kepal membulat, iris mata gelap serta gaya terbang yang lebih cepat dan akrobatik.

Burung Alap-alap ramai terlihat saat musim dingin. Di musim ini suhu gurun akan terasa lebih sejuk sekitar 10-20 derajat Celcius, sehingga mereka bisa dengan lebih leluasa berburu.



Burung ini sendiri bukanlah hewan endemik Gurun Arabia. Mereka ada di penjuru dunia kecuali di Antartika.

Burung Alap-alap sangat lihai berburu, karena dapat terbang dengan kecepatan hingga 390 kilometer per jam. Suku Badui mengandalkan mereka untuk berburu dan sebagai hewan peliharaan yang setia.

Jika dulu Suku Badui berburu untuk mendapatkan makanan, sekarang mereka berburu hanya untuk hiburan.

Salah satu teknik berburu unik yang membedakan Burung Alap-alap dengan binatang predator lainnya adalah mereka bisa dilatih untuk mengantar mangsanya tanpa dibunuh terlebih dahulu.

Teknik ini sangat cocok dengan Suku Badui yang memeluk Islam, karena mereka bisa menyembelih sendiri buruannya dengan cara yang halal.


Burung Alap-alap digunakan sebagai simbol negara Uni Emirat Arab, dirham.

Pemiliknya bukan hanya penduduk Dubai, namun juga masyarakat Arab di penjuru dunia. Ada tiga jenis Burung Alap-alap di Uni Emirat Arab, yakni peregrine, saqr, dan jenis gyr, dengan ukuran yang paling besar dan paling kuat.

Jangan kaget kalau burung ini memiliki paspor, demi menekan perdagangan ilegal burung yang mulai langka ini.

Beberapa penerbangan dunia membolehkan pemilik untuk duduk bersama burungnya tanpa menggunakan sangkar. Hanya saja burung wajib dikenakan penutup kepala.

Di Abu Dhabi bahkan ada rumah sakit khusus Burung Alap-alap. Meski tak terlalu besar, namun rumah sakit yang berdiri sejak tahun 1999 ini melayani 11.500 ekor burung per tahunnya.

Rumah sakit Burung Alap-alap menangani berbagai keluhan yang biasa dialami burung, seperti perawatan harian, sayap patah akibat kecelakaan, atau penyakit lainnya.

Pasalnya saat burung ini sakit keras, ia hanya punya waktu lima sampai enam jam untuk bertahan hidup. Siapa yang tidak khawatir jika hewan kesayangannya seharga minimal US$5.000 ini jatuh sakit?

Biaya perawatan di rumah sakit ini bervariasi, namun ternyata tidak semahal yang dibayangkan, karena rumah sakit ini disubsidi oleh pemerintah Uni Emirat Arab, yang juga mendukung kelestarian Burung Alap-alap.

Saksikan episode lengkap 'Jazirah Islam' hanya di Trans 7 setiap Senin-Jumat pukul 14.00 WIB.


[Gambas:Video CNN]


(ard)