Studi: Komponen Tabir Surya Penyebab Alergi Masuk ke Darah

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 09/05/2019 08:02 WIB
Studi: Komponen Tabir Surya Penyebab Alergi Masuk ke Darah Ilustrasi. Studi teranyar menemukan komponen tabir surya penyebab alergi masuk ke dalam aliran darah. (Istockphoto/bymuratdeniz)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tabir surya bak dua sisi mata uang. Di satu sisi, ia bermanfaat melindungi kulit dari paparan berlebih sinar matahari. Sementara di sisi lain, studi teranyar menemukan bahwa komponen krim pelindung kulit itu bisa masuk hingga ke dalam aliran darah.

Studi yang dilakukan oleh Center for Drug Evaluation and Research, yang merupakan bagian dari Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat, menemukan beberapa zat kimia seperti oxybenzone ditemukan dalam darah seseorang yang menggunakan tabir surya.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal JAMA ini melibatkan 24 partisipan. Mereka diminta untuk menyemprotkan atau mengoleskan tabir surya yang mengandung avobenzone, oxybenzone atau octocrylene, serta krim lain dengan kandungan ecamsule.


Melansir CNN, peneliti meminta partisipan menggunakan tabir surya nyaris di seluruh tubuh (75 persen) sebanyak empat kali sehari selama empat hari. Pada hari ketujuh, sampel darah partisipan diambil.

Dari enam orang yang menggunakan krim tabir surya mengandung ecamsule, lima orang terbukti memiliki zat ini pada darah mereka sehari setelah pemakaian. Sedangkan tiga jenis zat lain, khususnya oxybenzone, ditemukan pada darah semua partisipan.

Zat-zat ini memerlukan pengecekan terlebih dahulu sebelum disebut aman oleh produsen. Oxybenzone, misalnya, yang sempat dihubungkan dengan penurunan kadar testosteron pada pria pada riset sebelumnya.

Kendati masih memerlukan pengkajian ulang, oxybenzone memang diketahui bisa memicu alergi.

Namun, perlu dicatat, temuan ini tak serta merta membuat orang harus berhenti menggunakan tabir surya.

"Studi [lanjutan] perlu dilakukan untuk mengevaluasi temuan ini dan menentukan apakah benar ada implikasi medis akibat penyerapan bahan-bahan tertentu," ujar ahli dermatologi dari Yale School of Medicine, dr David Leffell.

Yang terpenting, lanjut Leffell, seseorang perlu waspada terkait perlindungan kulit dari sinar matahari.

[Gambas:Video CNN] (els/asr)