Kematian Akibat Kanker Kulit pada Pria Meningkat Pesat

CNN Indonesia | Selasa, 20/11/2018 19:45 WIB
Kematian Akibat Kanker Kulit pada Pria Meningkat Pesat Ilustrasi. (Foto: REUTERS/Erik De Castro)
Jakarta, CNN Indonesia -- Serangan kanker kulit semakin agresif. Laporan analisis global menunjukkan kematian akibat kanker kulit meningkat pesat pada pria.

Kematian pada kaum Adam ini juga lebih tinggi ketimbang pada perempuan. Hal ini ditengarai karena pria lebih tidak peduli menjaga kulit daripada perempuan.

Laporan itu mengungkapkan, kematian akibat kanker kulit melanoma pada pria lebih banyak dibandingkan pada perempuan di 33 negara selama tiga dekade terakhir. Kematian pada perempuan cenderung stabil dan beberapa menunjukkan penurunan.


Studi yang dipresentasikan di NCRI Cancer Conference, Glasgow itu fokus pada 33 negara berkembang di Eropa, Amerika Utara, dan Austrasia yang memiliki data yang lengkap.


"Lebih dari 30 tahun terakhir tren kematian akibat melanoma meningkat di banyak negara. Ada bukti yang menunjukkan laki-laki tidak melindungi tubuh mereka dari sinar matahari yang diduga menyebabkan kanker kulit," kata ketua peneliti, Dorothy Yang dari Royal Free London NHS Goindation Trust, kepada CNN.

Paparan radiasi sinar ultraviolet (UV) menjadi salah satu faktor risiko yang menyebabkan kanker melanoma.

Melanoma sendiri merupakan jenis kanker kulit yang paling banyak ditemui. Tercatat, sebanyak 1,7 persen dari seluruh jenis kanker yang didiagnosis di dunia merupakan kanker kulit melanoma.

Yang dan timnya menganalisis kematian karena kanker kulit dari tahun 1986 hingga 2015. Di Australia dan Slovenia, misalnya, angka kematian tertinggi akibat melanoma pada pria dan perempuan terjadi di rentang tahun 2013-2015. Di Australia, kematian pada pria mencapai 5,72 per 100 ribu pria. Sedangkan pada perempuan lebih rendah, yakni sebesar 2,53 per 100 ribu perempuan.

Jepang memiliki kematian terendah untuk melanoma dengan 0,24 pria per 100 ribu dan 0,18 perempuan per 100 ribu.

Sedangkan Portugal menunjukkan peningkatan paling besar terhadap melanoma pada pria dalam kurun waktu 1985 hingga 2015 dengan peningkatan sebesar 192,4 persen. Diikuti Yunani dan Irlandia masing-masing 121 persen dan 115,5 persen.


Dari hasil penelitian ini, pria diingatkan untuk lebih peduli pada kesehatan kulit agar tidak terpapar sinar UV.

"Para ahli menyarankan agar pria bisa mendapatkan informasi untuk mengurangi risiko kanker kulit, seperti perlindungan kulit dari sinar matahari," ujar Kepala Informasi Cancer Research Inggris, Martin Ledwick. (ptj/asr)