JAZIRAH ISLAM

Melihat Kekayaan Oman di Nizwa dan Dhofar

agr, CNN Indonesia | Rabu, 15/05/2019 04:23 WIB
Melihat Kekayaan Oman di Nizwa dan Dhofar Benteng tua di kota Nizwa. (Foto: Istockphoto/weltreisendertj)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebagai sebuah negara tua di jazirah Arab, Oman memiliki kisah yang cukup panjang.

Selain Gurun Wahiba yang menjadi permukiman suku Bedouin atau badui Arab, negara yang 100 persen penduduknya umat muslim ini juga memiliki beberapa peninggalan lain.

Salah satunya adalah kota Nizwa. Benteng kuno setinggi 40 meter dan pasar tradisional yang bermukim di kota ini adalah saksi bagaimana Omani, sebutan untuk warga lokal Oman, bertahan hidup di tengah terik mentari padang pasir.


Nizwa juga merupakan rumah dari salah satu makanan khas Oman yaitu Reggag.

Reggag adalah menu sarapan bagi masyarakat gurun, sebelum penemuan minyak. Bahan bakunya hanya tepung terigu, air, dan sedikit garam.

Jika dulu reggag hanya disajikan polos, kini reggag divariasikan dengan bermacam isian yang lezat.

Berbeda dengan Nizwa, di ujung selatan Oman tepatnya kawasan Dhofar tanahnya cukup subur. Sehingga kawasan ini menjadi area untuk ditanami berbagai jenis pohon, namun hanya ada satu yang menjadi primadona.

Namanya adalah pohon luban alias frankincense. Pohon 'antik' ini konon sudah ada sejak 500 tahun sebelum masehi. Kegunaan luban adalah sebagai bahan baku untuk menggoreng, sebelum minyak menjadi masif di Oman.

Keunggulan pohon luban adalah sanggup beradaptasi pada lingkungan keras, dengan cara menggugurkan daunnya.

Sayangnya saat ini manfaat pohon luban seakan terabaikan. Meski demikian tidak sedikit yang menjadi peminat pohon ini karena getah pohon ini dipercaya menjadi obat untuk kanker, mengingat kandungannya yang penting seperti saponin, flavonoid, dan polifenol.

Getah itu nantinya diolah hingga menjadi minyak. harganya pun bervariasi, mulai dari Rp75 ribu-Rp1,8 juta per 100 gram, tergantung kualitasnya.

Kualitas minyak luban bisa dilihat dari kecerahan warnanya, semakin cerah maka minyak luban semakin mahal.

[Gambas:Video CNN] (agr)