Tips Agar Bukber Tak Hanya Jadi Wacana ala Netizen

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 18/05/2019 12:59 WIB
Tips Agar Bukber Tak Hanya Jadi Wacana ala Netizen Ilustrasi berbuka puasa. (OKA HAMIED / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bulan suci Ramadan telah tiba. Kedatangan bulan puasa salah satunya kerap diwarnai oleh sederet rencana agenda buka bersama alias bukber.

Bukber sudah lama menjadi kebiasaan umat Islam, khususnya di Indonesia. Sejumlah restoran dan kafe mendadak selalu penuh setiap waktu beduk Magrib. Tak jarang beberapa orang mengantre menunggu giliran mendapatkan meja.

Tak cuma sebagai agenda berbuka puasa, bukber juga kerap dimanfaatkan sebagai momen silaturahmi, baik itu dengan keluarga jauh, teman lama, atau sebatas kolega kerja. Kebersamaan bukber terasa hangat di bulan Ramadan.


Namun, tak sedikit pula rencana bukber yang hanya bercokol menjadi wacana. Pemilihan waktu dan tempat terus jadi perdebatan di grup WhatsApp dan tak kunjung rampung. Akhirnya, gagal jua agenda bukber yang dinanti-nanti.

Kepadatan aktivitas masing-masing umumnya menjadi kendala utama. Atau, sering pula agenda bukber batal lantaran janji serupa dengan kawan lain telah diucap sebelumnya. Mencari waktu lain yang pas masih sulit didapat.

Menyebalkan, meski tak sepenuhnya. Suasana hangat bulan Ramadan harus batal lantaran rencana bukber hanya menjadi wacana.

CNNIndonesia.com bertanya pada pembaca melalui polling Instagram tentang tips dan trik agar rencana bukber tak sekadar wacana. Sebagian besar netizen berpendapat bahwa agenda bukber harus direncanakan matang-matang agar tak batal. Bagi sebagian lainnya, bukber dadakan dirasa lebih afdal.

Berikut tips dan trik agar rencana bukber tak sekadar wacana ala pembaca CNNIndonesia.com.

1. "Iuran bukbernya suruh transfer duluan."
Rencana ini masuk akal. Bukber jenis ini umumnya dilakukan di rumah salah seorang kawan dengan makanan katering yang dipesan. Mau tak mau, siapa pun yang turut serta harus membayar iuran menu berbuka puasa sejak awal untuk membayar katering.

Bukber jenis ini bisa jadi pilihan. Ajak pula orang-orang yang membutuhkan untuk berbuka puasa bersama.

2. "Jangan bikin rencana, langsung spontan aja biar enggak jadi wacana."
Agenda bukber dadakan bisa jadi salah satu pilihan. Tak perlu bertanya dari jauh-jauh hari kapan si kawan bisa berkumpul untuk berbuka puasa bersama. Anda bisa mulai mengajaknya saat siang hari dan bertanya apa rencananya pada waktu berbuka puasa nanti.

3. "Bikin dadakan, karena yang direncanakan lebih berpotensi gagal."
Terlalu banyak orang membuat rencana bukber kerap batal. Hal itu biasanya disebabkan oleh sulitnya menemukan waktu yang pas dan keperluan mendadak masing-masing anggota.

4. "Harus punya tujuan. Karena kumpul-kumpul doang setiap tahun enggak ada maknanya."
Meski hanya dilakukan sekali dalam setahun, bukber dengan konsep itu-itu saja pelan-pelan terasa membosankan.

Anda mungkin perlu bereksperimen untuk mencari cara baru yang lebih menarik untuk mengajak teman berbuka puasa bersama. Misal, Anda bisa mengajak teman-teman sekolah Anda berkumpul kembali di bulan Ramadan untuk membuat buku kenangan.

5. "Pilih jadwal bukber yang tepat dan jangan pilih tempat yang terlalu bergengsi. Acara bukber juga jangan monoton."
Jangan menyerah, siapa tahu dengan terus berkoordinasi, jadwal bukber yang pas dan tepat bisa didapat.

Jika waktu sudah didapat, Anda bisa menentukan lokasi berbuka puasa bersama. Pilih lokasi atau tempat makan yang sederhana, tak perlu mengejar restoran-restoran mewah. Salah satu pasalnya, restoran mewah kerap penuh dipesan oleh sekumpulan lain yang juga ingin berbuka bersama. Selain itu, buat acara bukber Anda semenarik mungkin.

[Gambas:Video CNN] (asr/asr)