JAZIRAH ISLAM

Mengakrabi Llama di Peru

agr, CNN Indonesia | Kamis, 23/05/2019 04:53 WIB
Mengakrabi Llama di Peru Ilustrasi Llama. (Foto: Istockphoto/pawopa3336)
Jakarta, CNN Indonesia -- Peru adalah sebuah negara di Amerika Selatan yang memiliki cita rasa makanan paling enak. Bahkan pada 2018 Peru mendapatkan the world travel awards, kategori the best culinary destination atau tujuan kuliner terbaik.

Pencapaian ini mengalahkan beberapa negara Amerika Selatan, Australia, Amerika, dan beberapa negara Asia.

Namun Peru tidak hanya terkenal dengan makanan atau budayanya saja, di sini juga terdapat binatang khas yang menjadi maskot negara yakni llama.


Binatang ini merupakan keluarga dari camelid, atau sejenis unta.

Tapi berbeda dengan unta yang habitatnya di daerah gurun dan kering, llama lebih menyukai pegunungan, dengan cuaca dingin.

Tidak heran, di daerah pegunungan Andes, kita bisa mudah menemukannya. Khususnya di negara Peru, Bolivia, Chili, dan Argentina.

Salah satu alasan mengapa llama identik dengan Peru karena populasinya yang banyak.

Namun keluarga unta di Peru tidak hanya llama saja, karena sekitar tujuh jenis binatang lainnya seperti alpaca, vicuna, dan guanaco adalah jenis yang banyak ditemui di Peru.

Binatang ini termasuk spesies hewan peliharaan tertua di dunia. Ribuan tahun lalu, suku asli di Peru memeliharanya untuk berbagai tujuan, salah satunya untuk dijadikan wol.

Bainuka merupakan bahasa suku quechua dari vikunya atau bulu llama. Bulu vikunya dipakai untuk membuat pakaian hangat, bahkan harga pakaiannya cukup tinggi karena seekor llama hanya bisa menghasilkan wol seberat 0,5 kilogram per tahun.

Selain dijadikan pakaian, llama dan jenis camelid lainnya biasa dijadikan makanan. dagingnya terkenal sangat enak.

Sayangnya di Peru tidak ada umat Muslim yang memproduksi daging llama, sehingga belum ada yang berani mengonsumsinya.

Sebagai gantinya masyarakat Peru biasanya mengonsumsi daging sapi atau kambing, namun untuk memperoleh daging sapi dan kambing yang halal dengan harga bersahabat juga sangat sulit. (agr)