Alasan 'Pilu' di Balik Kacamata Hitam Melania Trump

tim, CNN Indonesia | Senin, 17/06/2019 10:34 WIB
Alasan 'Pilu' di Balik Kacamata Hitam Melania Trump Melania Trump saat D-Day di Perancis (Ian Langsdon/Pool via REUTERS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Melania Trump dikritik habis karena memakai kacamata hitam saat perayaan D-Day. Dia dianggap tak sopan dan juga kasar karena tak melepas kacamata hitamnya, sedangkan Ibu Negara Perancis Brigitte Macron yang juga ikut hadir melepas kacamata hitamnya.

Perayaan itu menandai peringatan 75 tahun invasi Normandia. Dalam peristiwa ini, ribuan tentara sekutu kehilangan nyawanya untuk menyelesaikan Perang Dunia II.

Kecaman dan kritik untuk Melania pun terjadi ketika sebuah foto yang viral memperlihatkan istri Donald Trump yang berkacamata hitam.


Namun psikolog fesyen Dawn Karen mengungkapkan alasan di balik 'aksi' itu.


Karen yakin, kacamata hitam ini digunakan sebagai perisai FLOTUS. Kacamata hitam ini, sama seperti aksessori fesyen lainnya, digunakan Melania untuk melindungi dirinya dari pengawasan publik.

Karen mengungkapkan bahwa baju-baju ini adalah 'baju besi' dan baju perang Melania karena dia sering diintimidasi di masa lalu.

"Dia cenderung memakai kacamata hitam dan tipi untuk melindungi dirinya dari pandangan publik. Seperti yang diungkapkan dalam wawancara sebelumya, dia sering merasa seperti seolah-olah ditindas," ungkap Karen, CEO Fashion Psychology Success kepada Mirror Online dan Express.


"Saya yakin itu berfungsi sebagai semacam baju besi. Ketika dia melihat ke arah orang banyak, dia tidak bisa melihat semua kerumunan karena kacamata hitam atau topinya."

Busana-busana Melania saat berkunjung ke Inggris juga mendapat kecaman. Karen mengungkapkan bahwa baju-baju yang dianggap sebagai kembaran Ratu Elizabeth II ataupun saat dia memakai 'sarung tangan opera' yang panjang.

"Gaun putihnya, adalah simbol integritas. Saya percaya itulah yang coba dia sampaikan saat berdiri di sisi presiden," katanya.

"Juga, Melania Trump pakai busana warna biru yang menggambarkan kepercayaan. Ini adalah gagasan soal integritas dan kepercayaan yang dia coba gunakan untuk mengimbangi pernyataan Donald Trump tentang individu tertentu."

(chs)