Mengenal Gejala Kanker Otak

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 18/06/2019 17:53 WIB
Mengenal Gejala Kanker Otak Ilustrasi kanker (PDPics/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Selebriti Agung Hercules didiagnosis menderita kanker otak jenis glioblastoma stadium IV. Kanker otak seperti yang diidap selebriti berotot kekar ini memiliki sejumlah tanda dan gejala yang muncul.

Kebanyakan kasus tumor ganas di otak ditemukan saat seseorang mengeluhkan gejala ke dokter. Hingga saat ini belum terdapat tes atau skrining yang direkomendasikan secara luas untuk mengetahui kanker otak.

Tanda dan gejala kanker otak dapat muncul secara bertahap dan menjadi lebih buruk dari waktu ke waktu. Beberapa kasus juga dapat terjadi secara tiba-tiba seperti kejang.


Gejala umum

Secara umum, tumor di bagian manapun pada otak dapat meningkatkan tekanan di dalam tengkorak. Tekanan dapat disebabkan oleh pertumbuhan tumor, pembengkakan di otak atau penyumbatan aliran cairan.

Dikutip dari situs American Cancer Society, tekanan di otak menimbulkan sejumlah gejala umum seperti:
- Sakit kepala
- Mual
- Muntah
- Penglihatan kabur
- Masalah keseimbangan
- Perubahan kepribadian atau perilaku
- Kejang
- Mengantuk atau bahkan koma

Gejala biasanya cenderung memburuk dari waktu ke waktu. Sebanyak 50 persen dari penderita kanker otak mengalami kejang di beberapa titik.

Gejala di berbagai sistem saraf
Kanker otak juga sering menyebabkan masalah dengan fungsi spesifik di bagian tertentu di tubuh. Ini terjadi karena otak berhubungan dengan seluruh bagian tubuh. Gejala itu dapat berupa:
- Kanker di bagian otak besar yang mengendalikan gerakan dapat menyebabkan kelemahan atau mati rasa pada bagian tubuh, sering kali pada satu sisi.
- Kanker di atau dekat dengan bagian otak yang bertanggung jawab atas bahasa dapat menyebabkan masalah dengan ucapan atau bahkan memahami kata-kata.
- Kanker di bagian depan otak kadang-kadang dapat mempengaruhi pemikiran, kepribadian, dan bahasa.
- Kanker di otak kecil dapat membuat seseorang mengalami kesulitan berjalan, kesulitan dengan gerakan tangan, lengan, kaki, masalah menelan atau menyinkronkan gerakan mata, dan perubahan ritme bicara.
- Kanker di bagian belakang otak, atau di sekitar kelenjar hipofisis, saraf optik, atau saraf kranial tertentu lainnya dapat menyebabkan masalah penglihatan.
- Kanker di atau dekat saraf kranial lainnya dapat menyebabkan gangguan pendengaran, masalah keseimbangan, kelemahan beberapa otot wajah, mati rasa atau sakit pada wajah, atau kesulitan menelan.

Jika Anda mengalami satu atau lebih dari tanda gejala segera melakukan pemeriksaan lebih lanjut ke dokter. Pemeriksaan yang tepat dari dokter barulah dapat menghasilkan diagnosis yang sesuai.

[Gambas:Video CNN] (ptj/asr)