Kutu Laut dan Gurita Pasifik Muncul di Jakarta Aquarium

CNN Indonesia | Kamis, 20/06/2019 10:28 WIB
Kutu Laut dan Gurita Pasifik Muncul di Jakarta Aquarium Gurita Laut Pasifik. (Dok. Jakarta Aquarium)
Jakarta, CNN Indonesia -- Salah satu pusat konservasi satwa dalam ruang Indonesia, Jakarta Aquarium, memperkenalkan koleksi hewan terbarunya melalui pada Rabu (19/6).

Berbeda dengan hewan-hewan sebelumnya, kali ini mereka menghadirkan hewan unik dan aneh, di antaranya, Gurita Pasifik Raksasa, Kutu Laut Raksasa, Naga Laut Berdaun, dan Naga Laut Rumput.

Gurita Pasifik Raksasa, hewan berukuran 400 cm ini sangat luar biasa cantik dan unik, karena memiliki kemampuan mengubah warna dan tekstur kulit mereka ke bebatuan dan ganggang di sekitarnya.



Gurita ini hidup di perairan pantai dangkal hingga kedalaman 100 meter lebih dengan suhu 100 derajat Celsius.

"Gurita Pasifik Raksasa adalah hewan yang sangat cerdas karena memiliki sembilan otak, satu di masing-masing lengan dan satu lagi di kepala mereka," kata Manajer Kurator Jakarta Aquarium Aaron Jup.

Lalu Kutu Laut Raksasa, hewan mirip kecoa besar berukuran 75cm ini dikatakan mampu hidup selama lima tahun tanpa makanan.

Kerabat dekat udang dan kepiting ini hidup di kedalaman antara 160-2.300 meter.

Uniknya, Kutu Laut Raksasa memiliki empat rahang berbeda untuk merobek dan memotong mangsanya. Sedangkan antena kecilnya berfungsi merasakan kandungan kimia dan antena besar untuk indera fisik.

Kutu Laut dan Gurita Pasifik Muncul di Jakarta AquariumKutu Laut Raksasa. (Dok. Jakarta Aquarium)


Terakhir, hampir mirip kuda laut, Naga Laut Berdaun dan Naga Laut Rumput hanya berukuran masing-masing 45cm dan 50cm.

Dinamai Naga Laut Berdaun karena memiliki sirip kecil seperti daun yang dapat menyamarkan mereka dari predator.

Sedangkan Naga Laut Rumput dapat ditemukan di batu karang, hamparan rumput laut, padang rumput laut dan kebun rumput laut.

Karena kemampuannya yang sangat bisa membaur dengan baik di lingkungan sekitarnya, hewan ini kerap dikira hanya sejenis rumput liat yang mengambang di sekitar perairan.

Untuk bisa menghadirkan ketiga hewan itu di Jakarta Aquarium, Jup dan timnya memerlukan waktu persiapan yang tidak sebentar.

Salah satu faktor yang dipertimbangkan adalah perbedaan iklim di tempat asal dan di Indonesia.

Sebagian besar didatangkan dari Jepang sedangkan Naga Laut Berdaun dan Naga Laut Rumput dihadirkan dari selatan Australia.

Dia menyebut bahwa proses aklimatisasi - penyesuaian iklim dan kondisi - hewan tersebut yang paling cukup menyita waktu.

Dengan menghadirkan hewan-hewan laut yang unik, Jup berharap pengunjung memahami bahwa penghuni bahari bukan cuma ikan, karena dunia air sebegitu beragamnya dan perlu dijaga kelestariannya.

Director Jakarta Aquarium, Will Owens, menyatakan selain untuk memperkenalkan banyaknya hewan laut yang unik dan aneh, Jakarta Aquarium juga mengkampanyekan gaya hidup tanpa plastik, mengingat banyaknya laut tercemar limbah plastik.

Dia juga berharap agar masyarakat mendukung kampanyenya tersebut demi menjaga ekosistem biota laut.



(nad/ard)