Ketika Leci Disalahkan Atas 'Brain Fever' 120 Anak India

tim, CNN Indonesia | Selasa, 25/06/2019 15:33 WIB
Ketika Leci Disalahkan Atas 'Brain Fever' 120 Anak India Leci (aleksandra85foto/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekitar 120 orang anak meninggal dunia di India Timur pada bulan ini akibat kasus 'brain fever.'

Masyarakat India pun mulai mencari berbagai alasan di balik penyakit ini. Dari buah leci sampai gelombang panas pun dianggap jadi biang keroknya. Namun pada kenyatannya, ada dua penyebab lainnya yang mendasar dan seharusnya bisa dicegah yaitu kemiskinan dan tata kelola pemerintahan yang buruk.

Hichara di negara bagian Bihar misalnya, wabah ini masih berkecamuk, tak ada toilet, dan tak ada air mengalir. Tak cuma itu bahkan tak ada gas untuk memasak makanan.


Anak-anak terlihat semi telanjang dengan hidung yang penuh ingus. Mereka bermain. Desa itu punya listrik, tapi tak punya kipas angin, apalagi AC untuk menghilangkan cuaca panas dari suhu 45 derajat celcius.

"Kami bahkan tak punya air bersih untuk diminum. Kami mengambilnya dari keran air di desa terdekat. Bagaimana kami bisa membeli makanan sehat? kata ibu dari tiga anak, Shakeela Khatoon kepada AFP.


Kematian anak-anak di Bihar disebabkan oleh Acute Encephalitis Syndrome (AES). Penyakit ini adalah suatu peradangan otak yang memengaruhi anak-anak yang kekurangan gizi di bawah usia 10 tahun. Ini terjadi dengan sangat cepat.

Titik episentrum penyakit ini terletak di distrik Muzaffarpur. Kawasan ini merupakan pusat buah leci. Momen matangnya buah tersebut adalah setiap musim panas, dan kali ini bertepatan dengan penyakit yang ditakuti ini melonjak tiap tahunnya.

Kebun leci rimbun ini menggoda anak-anak setempat yang kelaparan.

"Leci mentah akan menjadi masalah," kata Arun Shah seorang dokter anak yang meneliti fenomena ini.

"Ini mengandung racun dan jika dimakan anak yang kekurangan gizi akan menyebabkan penurunan glukosa secara tiba-tiba dan memengaruhi otak."


Meski demikian, bahkan jika leci yang harus disalahkan, para ahli berpendapat, kematian mungkin masih bisa dihindari jika orang memiliki akses ke perawatan kesehatan yang lebih baik.

"Malnutrisi adalah penyebab utama, dan leci bertindak sebagai pemicu. Anak-anak orang. kaya juga makan leci itu, tapi mengapa mereka tidak meninggal?" kata Shah.

Di sekitar Hichara, ambulans harganya mencapai 500-1.000 rupee. Harga ini terbilang cukup lumayan untuk penduduk setempat. Sedangkan ketika berjalan menyusuri jalan setapak menuju jalan utama, mereka hanya bisa mendapatkan becak ke rumah sakit dan butuh 400 rupee dengan perjalanan satu jam. (AFP/chs)