Vaksin Kanker untuk Anjing, Harapan Bagi Manusia

tim, CNN Indonesia | Selasa, 25/06/2019 19:01 WIB
Vaksin Kanker untuk Anjing, Harapan Bagi Manusia ilustrasi kanker (Istockphoto/BlackJack3D)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ratusan anjing kini sedang mengikuti uji klinis vaksin kanker di Amerika Serikat.

Vaksin kanker pada anjing ini disebut jadi cikal bakal vaksin kanker untuk manusia. Vaksin ini merupakan harapan untuk menangani penyakit kanker yang merupakan masalah kesehatan paling mematikan di dunia.

Penelitian vaksin kanker untuk anjing ini diinisiasi oleh Stephen Johnston, seorang ilmuwan dari Arizona State University. Sebenarnya vaksin kanker ini hendak dicoba pada manusia, namun terhalang perizinan. 


Johnston lalu bertemu dengan Doug Thamm, penyintas kanker dan juga merupakan direktur penelitian klinis di Flint Animal Cancer Center, Colorado State University. Dari situ ide vaksin pada anjing tercetus.


"Kanker adalah penyebab utama kematian pada anjing dewasa. Mereka mengembangkan tumor ini secara spontan akibat usia tua dengan cara yang sangat, sangat mirip pada manusia," kata Thamm dikutip dari CNN.

Thamm menjelaskan kanker pada anjing mirip dengan kanker pada manusia pada tingkat molekuler. Ini terjadi karena anjing dan manusia hidup pada lingkungan yang sama. Selain itu, waktu hidup anjing yang lebih cepat memungkinkan penelitian dapat berlangsung dengan cepat 

Dalam uji coba yang disebut uji klinis terbesar pada anjing ini, setengah anjing akan menerima vaksin dan setengahnya lagi akan menerima plasebo.

Vaksin kanker ini berfungsi untuk menciptakan sistem kekebalan untuk mengenali sel kanker pada tubuh. Peneliti sudah membuat vaksin yang disebut mampu mengenali 31 jenis sel kanker. 


Terdapat tiga kemungkinan hasil yang bisa didapatkan dari uji klinis terbesar pada anjing ini. Pertama adalah lebih sedikit kanker yang ditemukan pada anjing yang mendapatkan vaksin. Kedua, menunda timbulnya kanker pada anjing. Dan ketiga, vaksin tidak bekerja sama sekali.

Jika vaksin ini berhasil, artinya ada harapan vaksin serupa dapat diterapkan pada manusia. Namun, sebelum diberikan pada manusia, vaksin ini mesti melewati persetujuan untuk uji klinis pada manusia. (chs)