Studi dari University of Southwestern Medical Center, Amerika Serikat, menemukan hubungan antara penyedap dan pengawet makanan dengan kurangnya aktivitas fisik.
Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Circulation ini mendapati bahan pengawet yang biasa ditemukan dalam soda dan daging olahan dapat menyebabkan orang malas berolahraga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu kelompok tikus diberikan tiga kali lebih banyak kandungan fosfat yang biasa digunakan sebagai penyedap dan pengawet makanan. Fosfat yang dipakai untuk membuat makanan lebih segar ditemukan dalam makanan ikan kaleng, sosis, dan makanan panggang.
Setelah 12 pekan, tikus yang mengonsumsi fosfat lebih banyak ditemukan kurang bergerak dan memiliki metabolisme pembakaran lemak yang terganggu dibanding tikus yang tidak mengonsumsi zat adiktif tersebut.
Eksperimen kedua dilakukan dengan pengujian pada 1.603 orang. Mereka menggunakan alat pelacak kebugaran selama tujuh hari.
Lihat juga:5 Kesalahan Pelari Pemula Penyebab Cedera |
Mengutip The Independent, secara umum 25 persen orang dewasa di AS mengonsumsi tiga hingga empat kali jumlah fosfat yang disarankan setiap harinya.
Mengutip Medical News Today, temuan ini membuat peneliti berharap ada perubahan dalam industri makanan seperti menerapkan label yang jelas.
"Saya pikir mungkin sudah saatnya bagi kita untuk mendorong industri makanan untuk menempatkan ini pada label sehingga kita dapat melihat berapa banyak fosfat masuk ke makanan kita," kata peneliti dr Wanpen Vongpatanasin.
[Gambas:Video CNN] (ptj/asr)