Terlalu Sering Baca Ulasan Wisata Bisa Ganggu Kesenangan Diri

CNN Indonesia | Senin, 01/07/2019 16:18 WIB
Terlalu Sering Baca Ulasan Wisata Bisa Ganggu Kesenangan Diri Sungai Danube di Wina, Austria. (AFP PHOTO / JOE KLAMAR)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Pariwisata Wina meminta turis tak terlalu serius menanggapi ulasan mengenai destinasi wisata di kotanya sehingga kegiatan melancong menjadi lebih santai.

Kampanye wisata bertajuk 'Unrating Vienna' itu mengikuti kesuksesan kampanye 'Unhashtag Vienna', dengan ajakan mengurangi kegiatan berfoto demi menikmati pengalaman dan pemandangan kota Wina yang lebih hakiki.

"Kami merasa kalau ulasan membuat wisata membuat turis jadi kurang santai dan nyaman saat berwisata," kata Direktur Badan Pariwisata Wina Norbert Kettner, seperti yang dikutip dari Lonely Planet pada Senin (1/7).



Iklan kampanye wisata Wina ini banyak beredar di kota-kota besar Eropa, salah satunya London, dengan poster bertuliskan pertanyaan: jadi siapa yang menentukan apa yang Anda suka?

[Gambas:Instagram]

"Ulasan online memang senjata marketing yang baik bagi suatu destinasi wisata, namun kultur ini mengurangi orang melakukan hal yang disukainya," ujar Kettner.

Dikutip dari data Badan Pariwisata Wina, sebanyak 95 persen turis setidaknya membaca tujuh ulasan sebelum melakukan pemesanan akomodasi atau tur wisata.


Ulasan wisata memang penting untuk dibaca, namun ada baiknya tidak terlena dengan ulasan yang terlalu bagus atau terlalu buruk.

Dalam ulasan Staatsoper (Gedung Opera Wina) bahkan masih ada orang yang menulis ulasan kalau dirinya kecewa mengetahui buruknya arsitektur bangunan tersebut, meski gedung bersejarah yang dibangun pada 1869 itu mendapat rating 4,7 di Google Reviews.

Bukan cuma Gedung Opera Wina yang diusili komen negatif. Tembok Besar China juga senasib.

Satu orang menulis kalau satu dari tujuh keajaiban dunia itu ternyata tak terlalu tinggi atau besar meski ia tetap menyukainya.


[Gambas:Video CNN]

(ard/ard)