Alasan Pengunjung Glastonbury Dilarang Pipis Sembarangan

CNN Indonesia | Minggu, 30/06/2019 04:15 WIB
Alasan Pengunjung Glastonbury Dilarang Pipis Sembarangan Worthy Farm, lokasi Glastonbury sejak tahun 1970an. (Wikimedia Commons/jaswooduk)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pengunjung festival musik tahunan terbesar di Inggris Raya, Glastonbury, mulai tahun ini dilarang kencing sembarangan di lokasi karena air seni dianggap sebagai limbah.

Dikutip dari unggahan poster di Instagram resmi @glastofest, panitia mengumumkan aturan tersebut.

"Pipis sembarangan di lokasi Glastonbury bisa membuat polusi air, yang berpengaruh terhadap kelestarian alam dan ikan yang berhabitat di sini," tulis panitia.



"Badan Lingkungan Hidup memiliki hak untuk menutup lokasi untuk penyelenggaraan festival jika terlalu banyak polusi yang terjadi. Silakan buang air kecil di tempat yang telah disediakan," lanjut tulisan tersebut.

[Gambas:Instagram]

Glastonbury merupakan festival musik tahunan yang telah dilangsungkan sebanyak 36 kali sejak tahun 1970an.

Sejak awal lokasinya di Worthy Farm, Pilton, Somerset, yang merupakan lahan peternakan dan pertanian milik sang pencetus festival, Michael Eavis.


Tahun 2016 dikabarkan Glastonbury bakal berpindah tempat agar penduduk sekitar bisa sedikit lebih tenang. Namun tahun ini festival tersebut masih berlangsung di sana.

Dikutip dari Bustle, Eavis masih mendapat restu dari petani setempat untuk melaksanakan Glastonbury di Worthy Farm hingga tahun 2034.

Tahun ini diperkirakan ada 200 ribu orang yang datang.

Ratusan ribu lembar tiket yang terjual mulai dari harga 248 poundsterling (sekitar Rp4,4 juta) untuk pengalaman festival selama 26 Juni-1 Juli 2019.

Jumlah pengunjung terbanyak tercatat pada penyelenggaraan tahun 2002, yakni 153 ribu orang.

Pada awal penyelenggaraan dengan nama Festival Pilton, Glastonbury hanya didatangi 1.500 orang dengan harga tiket hanya 1 poundsterling.

Tahun ini penampil yang bakal mengguncang panggung Glastonbury antara lain Stormzy, The Killers, Chemical Brothers, Janet Jackson, dan Billie Eilish.


[Gambas:Video CNN] (ard/ard)